Kamis, 24 Juni 21

Pandemi Covid-19 Telanjangi Proses Pendidikan di Indonesia

Pandemi Covid-19 Telanjangi Proses Pendidikan di Indonesia
* Diskusi ‘Hari Pendidikan Nasional dan Tantangan Merdeka Belajar di Tengah Pandemi’ di Media Centre, Gedung Nusantara I DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/5/2021). (Foto: mpr.go.id)

Jakarta, obsessionnews.com – Beberapa survei menyebut pembelajaran jarak jauh (PJJ) efektif. Namun, saat anggota MPR dari Fraksi PKB Syaiful Huda melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah dan berbicara dari hati ke hati dengan kepala sekolah, ternyata efektivitas PJJ hanya 30 persen.

 

Baca juga:

Lestari Moerdijat: Ki Hadjar Dewantara Bangsawan, Namun Memiilih Menjadi Orang Biasa

Rerie Khawatir Pandemi Covid-19 akan Membuat Kita Berhadapan dengan ‘Learning Lost’

 

“Rendahnya efektivitas PJJ kita maklumi, sebab pendidik dan siswa masih beradaptasi dengan teknologi,” ungkap Syaiful dalam ‘Diskusi Empat Pilar MPR’ di Media Centre, Gedung Nusantara I DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/5/2021). Diskusi itu bertema ‘Hari Pendidikan Nasional dan Tantangan Merdeka Belajar di Tengah Pandemi’.

Dikutip obsessionnews.com dari website mpr.go.id, Selasa (4/5), dalam diskusi itu Syaiful berharap kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim agar memanfaatkan kondisi yang ada menjadi momentum untuk bangkit.

“Misalnya dengan menerapkan pendidikan yang berbasis pada media digital,” tuturnya.

Menurut Syaiful, masa pandemi Covid-19 rupanya menelanjangi proses pendidikan di Indonesia.

“Ternyata kita tidak siap PJJ karena soal akses internet”, tandasnya.

“Nah kita juga belum bisa menerapkan prokes di sekolah”, tambahnya.

Apa yang ada menurutnya harus dijadikan hikmah dan pelajaran.

“Dengan fakta itu membuat pemerintah bisa membangun program-program yang konkret,” katanya. (red/arh)  

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.