Nodeflux dan Apkasi Kolaborasi Soal Transportasi

Jakarta, Obsessionnews.com - Perusahaan vision Artificial Intelligence (AI) rintisan asli Indonesia Nodeflux berkolaborasi dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menggelar lokakarya bertajuk ‘Menata Transportasi, Merajut Nusantara’ di Ballroom, Kantor Sekretariat Apkasi, Selasa (26/11/2019). Acara ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru terkait dengan kecerdasan buatan atau Al sebagai salah satu kebutuhan dalam menciptakan kota pintar (smart city), termasuk pada sektor perhubungan dan transportasi. Didorong oleh kesamaan misi dalam memberikan wadah edukasi terhadap potensi pengembangan layanan dari sektor perhubungan dan transportasi berbasis kecerdasan buatan, Nodeflux dan Apkasi mengadakan acara ini dengan mengundang seluruh dinas perhubungan dari kabupaten di seluruh Indonesia. Kebutuhan dan potensi dari masing-masing kabupaten menjadi daya tarik yang dapat di-eksplorasi guna mendorong penggunaan teknologi dalam memajukan kabupaten, sehingga tata kelola pemerintahan menjadi lebih efektif, transparan, dan terpercaya bagi masyarakat. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait transportasi darat khususnya jumlah kendaraan bermotor kian meningkat sebanyak lebih dari 130 juta di tahun 2018. Angka tersebut hampir setengah dari jumlah populasi di Indonesia yakni 260 juta jiwa. Peningkatan tersebut menimbulkan permasalahan yang terjadi dalam penataan transportasi, berkaitan dengan proses terintegrasi data dalam memudahkan pemetaan keputusan strategis dan peningkatan kualitas layanan umum dan transportasi. Adapun pembahasan mengenai dukungan teknologi dalam membantu penyelesaian isu transportasi, di antaranya Automatic Number Plate Recognition (ANPR) yakni metode pengenalan nomor plat kendaraan dan Electronic Road Pricing (ERP) yakni sistem sistem yang menerapkan pungutan atas biaya kemacetan (congestion pricing). Sekjen Apkasi Najmul Akhyar meyakini, dengan adanya kolaborasi dari perusahaan teknologi berbasis Vision AI seperti Nodeflux, dapat membantu setiap aparat sipil negara (ASN) di setiap daerah untuk mempercepat pembangunan pola pikir, karakter, serta sikap dari masyarakat dengan berorientasi pada kearifan lokal dan tidak mengacuhkan perhatian pada usaha pemberdayaan masyarakat dengan memberikan solusi berbasis teknologi ini. “Termasuk dalam mendukung peningkatan kualitas layanan di sektor perhubungan dan transportasi,” jelas Sekjen Najmul. Tujuan kota pintar sendiri merupakan usaha bagi setiap kepala daerah untuk menciptakan tata kota yang berbasis teknologi, termasuk kecerdasan buatan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi di daerah. Dalam hal ini, beberapa daerah di Indonesia masuk kedalam jajaran ASEAN Smart Cities Network (ASCN) yang berada dibawah naungan ASEAN, yakni DKI Jakarta, Banyuwangi, dan Makassar sebagai wujud kesuksesan dalam menciptakan kota pintar dan masyarakat pintar. Nodeflux sebagai perusahaan Vision AI pertama di Indonesia mendukung pengembangan sumber daya manusia berbasis teknologi informasi dan komunikasi, untuk menyelenggarakan sistem pemerintahan dengan lebih efektif dan efisien, meningkatkan pelayanan publik, dan menyediakan solusi untuk berbagai permasalahan sebagai upaya mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Sementara itu, Group Product Manager Nodeflux Richard Dharmadi mengatakan, Nodeflux berkomitmen pada kolaborasi dengan pemerintah melalui solusinya bernama Vision AIre Smart City Government. Hal itu sebagai upaya mendukung pengembangan wilayah di Indonesia berbasis teknologi AI. “Kami terbuka pada kesempatan untuk riset dan proyek ilmiah serta pertukaran informasi untuk kepentingan beragam pihak, agar mendorong adanya pemahaman mengenai dampak yang dihasilkan melalui teknologi kecerdasan buatan,” ujarnya. Richard berharap, kolaborasi ini dapat memberi dampak baik dalam segi pemerintahan maupun masyarakat secara umum terkait dengan teknologi yang kami kembangkan. Seperti diketahui, Nodeflux VisionAIre Smart City Government sendiri terbagi menjadi tiga solusi, diantaranya adalah keamanan public (public safety), penegakan hukum (law enforcement), dan manajemen dan pengawasan lalu lintas (traffic management and surveillance) dengan menawarkan berbagai analytics, termasuk deteksi dan pelacakan plat kendaraan di sebuah daerah melalui License Plate Recognition, sistem identifikasi dan rujukan aparat untuk penertiban angkutan umum dan menambah halte di titik yang tepat melalui Vehicle Dwelling Analytics. (Poy)





























