Minggu, 1 November 20

Ngahiji Bareng Red Me, Sekjen PDI-P Bergaya Milenial

Ngahiji Bareng Red Me, Sekjen PDI-P Bergaya Milenial
* Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menghadiri acara Ngahiji Bareng Red Me di Click Square Bandung, Jawa Barat. (Foto: dok PDI-P)

Bandung, Obsessionnews.com – Ngahiji Bareng Red Me yang digelar PDI Perjuangan (PDI-P) di Click Square Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/2/2019) berlangsung meriah. Ratusan milenial sangat antusias mengikuti serangkaian acara mulai dari konser musik menampilkan Band Radja, menyanyikan lagu-lagu daerah, main angklung hingga fashion show. 

Red Me merupakan dua kata yang berarti merahkan aku. Ragam pakaian ala anak muda milenial ditampilkan. Sambutan antusias diperlihatkan para kaum milenial di kota yang berjuluk Kota Kembang itu. Mereka memainkan angklung bersama-sama mengikuti arahan dari panggung utama. 

Suasana semakin semarak ketika masuk acara fashion show. Sejumlah model berpakaian design anak muda diperlihatkan. Modelnya, tidak sembarang. Ada Lita Zein, Kirana Larasati, Ian Kasela, Nico Siahaan. 

Tidak ketinggalan Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto turut berlenggang di atas catwalk mengenakan jaket hoodie warna merah dan kacamata hitam serta celana biru. Tidak lupa, Hasto membawa angklung, alat musik tradisional, sambil berlenggang di atas catwalk. Rasa dan tampilan anak muda disuguhkan untuk kaum milenial, tanpa meninggalkan kebudayaan Indonesia. 

“Mari jadikan Bandung sebagai pusat inovasi dan kreasi anak bangsa,” ungkap Hasto usai acara. 

Hasto menyatakan bahwa Red Me merupakan penegas, PDI Perjuangan dan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Jokowi – KH Ma’ruf Amin memiliki keberpihakan penuh terhadap kreativitas anak negeri.

“PDIP sengaja masuk mall di Bandung, karena Bandung sebagai lambang inovasi dan kreativitas anak muda,” ungkapnya.

Dia menambahkan Red Me sebagai salah satu platform di PDI-P, menampilkan desain uniform dari partai berlambang banteng moncong putih itu. “Kami buka seluas-luasnya anak muda untuk berkreasi, berinovasi. Kami menyediakan platform digital untuk berkereasi,” jelas Hasto. 

Menurut Hasto, generasi muda di Bandung penuh percaya diri menampilkan kreativitas mereka. Dia menambahkan, Bandung sebagai pusat design yang penuh kreativitas tetap bertumpu pada wajah kebudayaan Indonesia seperti salah satunya angklung. 

Menurut Hasto pula, kebijakan Jokowi sangat baik dalam mendorong pengembangan infrastruktur teknologi dan informasi. Jokowi juga mendorong lahirnya startup-startup dan unicorn, 

“Kami memahami milenial punya rasa, selera terhadap politik yang berbeda. Namun, semuanya bersatu dalam rasa cinta tanah air,” ungkapnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.