Selasa, 7 Desember 21

Netizen Ramaikan #SelamatBekerjaAniesSandi di Twitter

Netizen Ramaikan #SelamatBekerjaAniesSandi di Twitter
* Anies-Sandi menjadi teeending topic di Twitter, Senin (16/10/2017).

Jakarta, Obsessionnews.com –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Anies Baswedan dan Sndiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 di Istana Presiden, Senin (16/10/2017).

Netizen meramaikan pelantikan Anies-Sandi dengan hashtag #SelamatBekerjaAniesSandi yang saat ini menjadi trending topic di Twitter Indonesia.  Berikut kicauan beberapa netizen:

@SohibAHY: Hari ini Warga DKI Jakarta mempunyai Gubernur dan wakil Gubernur baru, semoga dapat merealisasikan janji-janjinya. #selamatBekerjaAniesSandi

@KPJ_Indonesia: Komunitas Pemuda Jakarta mengucapkan selamat kpd @aniesbaswedan & @sandiuno. Semoga amanah dlm mengemban tugas. #selamatBekerjaAniesSandi

 @MbahUyok: #SelamatBekerjaAniesSandi Wujudkan Visi, Misi dan Penuhi janji2 yg pernah terucap.

dee‏ @deean_viddry: #SelamatBekerjaAniesSandi . Harus bisa lebih baik dari pemerintahan sebelumnya. Malu atuh kalau kinerja kalah sm KAFIR.

@iwan_b17ak: #SelamatBekerjaAniesSandi untuk lima tahun kedepan. fokus pd program & jgn melirik peluang 2019 ya. semoga amanah.

 

Anies-Sandi Unggul di Semua Wilayah

Anies-Sandi tampil sebagai jawara pada Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua yang dihelat Rabu (19/4). Anies-Sandi unggul di semua wilayah dengan meraih suara 57,96%. Mereka mengalahkan Gubernur dan Wakil Gubernur petahana DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang meraup suara 42,04%.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI mengesahkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi dalam rapat pleno di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Minggu (30/4) dini hari.

Ketua KPU DKI Sumarno mengatakan, Ahok-Djarot yang bernomor urut dua memperoleh 2.350.366 suara, sedangkan Anies-Sandi yang bernomor urut tiga mendapat 3.240.987 suara dengan total suara sah 5.591.353.

Rincian suara tersebut adalah di Kepulauan Seribu AhokDjarot memperoleh 5.391 suara (38%), sedangkan Anies-Sandi memperoleh 8.796 suara (62%) dengan total 14.187 suara sah.

Di Jakarta Utara, Ahok– Djarot mendapat 418.068 suara (47%), sedangkan Anies-Sandi mendapat 466.340 suara atau 52% dengan total 884.408 suara sah.

Di Jakarta Pusat, Ahok– Djarot meraih 243.416 suara (42%), sedangkan Anies-Sandi meraih 333.033 suara (57%) dengan total 576.449 suara sah.

Di Jakarta Barat, Ahok– Djarot meraup 611.759 suara (47%), sedangkan Anies-Sandi meraup 684.980 suara (52%) dengan total 1.296.739 suara sah.

Di Jakarta Timur, Ahok-Djarot menggondol 612.093 suara (38%), sedangkan Anies-Sandi menggondol 993.174 suara (61%) dengan total 1.605.266 suara sah.

Di Jakarta Selatan, Ahok-Djarot mendapat 459.639 suara, sedangkan Anies-Sandi memeroleh 754.665 suara atau (62%) dengan total 1.214.304 suara sah.

Ahok-Djarot diusung PDI-P, Golkar, Nasdem, dan Hanura sebagai calon gubernur pada Pilkada DKI 2017. Ahok-Djarot bersaing dengan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Agus-Sylvi diusung Partai Demokrat, PPP, PAN, dan PKB. Sedangkan Anies-Sandi diusung Gerindra dan PKS.

Agus-Sylvi mendapat nomor urut 1, Ahok-Djarot memperoleh nomor urut dua, dan Anies-Sandi mendapat nomor urut 3.

Pemungutan suara dilakukan pada 15 Februari 2017. Kubu Ahok-Djarot menargetkan menang satu putaran. Tetapi, kenyataan tak semanis harapan.

KPU DKI  Senin (27/2) mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara, yakni Agus-Sylvi memperoleh  937.955 suara atau 17,05%, Ahok-Djarot mendapat 2.364.577 (42,99%) dan Anies-Sandi  memperoleh  2.197.333 ( 39,95%).

Ketiga pasangan calon (paslon) tidak ada yang memperoleh suara lebih dari 50 persen sebagai persyaratan untuk ditetapkan sebagai gubernur dan wagub sebagaimana ditetapkan dalam UU 29/2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Untuk itu pada rapat pleno Sabtu (4/3) KPU DKI memutuskan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi maju di putaran kedua pada Rabu (19/4).

Survei Menangkan Anies-Sandi

Menjelang Pilkada putaran kedua survei yang dilakukan beberapa  lembaga survei memenangkan Anies-Sandi.  Hasil survei yang dilakukan 7 lembaga survei memenangkan Anies-Sandi, sedangkan Ahok-Djarot hanya dimenangkan oleh sebuah lembaga survei.

Adapun kedelapan lembaga survei tersebut adalah Campaignesia Network (CN), Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny Ja, Sinergi Data Indonesia (SDI), Media Survei Nasional (Median), Saiful Mujani Research and Consulting (SRMC), PolMark, Indikator, dan Charta Politika  memenangkan Ahok-Djarot.

CN merilis hasil surveinya pada Senin (17/4) yang menyebutkan elektabilitas Anies-Sandi sebesar 58,1 persen, dan Ahok-Djarot berada pada posisi 39,2 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan ada 2,7 persen. Survei dilakukan pada tanggal 9-15 April 2017 dengan responden sebanyak 525, dengan teknik multistage random sampling.

Hasil survei yang dilakukan LSI Denny JA yang dilakukan pada 7-10 April 2017 menyebutkan elektabilitas Anies-Sandi mencapai 51,4%, Ahok-Djarot 42,7%, dan yang belum memutuskan memilih 5,9%.

Hasil survei SDI yang dilakukan pada 10-17 Maret 2017 menunjukkan elektabilitas Anies-Sandi  49,2%, Ahok-Djarot 42,2%, dan yang belum menentukan pilihan 8,6%.

Sementara itu  hasil survei yang dilakukan Median menunjukkan elektabilitas Anies-Sandi 49,0% dan Ahok-Djarot 47,1%, dan yang belum memutuskan memilih 3,9%. Survei dilakukan 13-14 April 2017.

Hasil survei  SMRC menyebutkan elektabilitas Anies-Sandi 47,9%, Ahok-Djarot 46,9%, dan yang belum memutuskan memilih 5,2%. Survei dilakukan pada tanggal 31 Maret-5 April 2017.

Hasil survei PolMark menunjukkan elektabilitas Anies-Sandi  49,1%, Ahok-Djarot 41,1%, dan yang belum menentukan pilihan 9,8%. Survei dilakukan pada  akhir Maret 2017.

Hasil survei Indikator yang dilakukan Indikator pada tanggal 12-14 April 2017 menyebutkan elektabilitas Anies-Sandi 48,2%, Ahok-Djarot 47,4%, dan yang belum memutuskan memilih  4,4%.

Hasil survei yang dilakukan Charta Politika yang dilakukan pada tanggal 7-12 April 2017 menunjukkan Ahok-Djarot 47,3%, Anies-Sandi 44,8%, dan yang belum memutuskan memilih 7,9%.

Di pemilihan putaran kedua quick count atau hitung cepat yang dilakukan hampir semua lembaga survei memenangkan Anies-Sandi, antara lain LSI, SMRC, dan PolMark. Quick count versi LSI menyebutkan Ahok-Djarot memperoleh  suara 44.59 % dan Anies-Sandi: 55.26 %. Quick count versi  SMRC menyebutkan  Ahok-Djarot memperoleh suara 41.94 %, dan Anies-Sandi: 58,06 %. Sedangkan quick count PolMark menyebutkan Ahok-Djarot memperoleh suara 42,47 % dan Anies-Sandi: 57,53 %. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.