Rabu, 19 Juni 19

Neneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi Fenomenal

Neneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi Fenomenal
* Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin. (Foto: Indra Gunawan/Suara Bekasi Online)

Bekasi, Obsessionnews.com – Golkar yang merupakan partai politik (parpol) tertua di Indonesia menghasilkan banyak kader yang jempolan. Kaderisasi di parpol berlambang pohon beringin ini berjalan efektif. Banyak kader Golkar yang menempati posisi strategis di lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Selain itu kader-kader Golkar juga mendominasi di dunia bisnis dan organisasi kemasyarakatan (ormas).

Salah seorang kader Golkar yang berprestasi tersebut adalah Neneng Hasanah Yasin. Ia putri juragan beras dan tokoh Golkar Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar)  almarhum H Yasin. Sejak remaja Neneng aktif berorganisasi. Ia pernah mengemban beberapa jabatan, antara lain Ketua Pengurus Daerah Kolektif  (PDK) Kosgoro 1957 Kabupaten Bekasi, Bendahara KONI Kabupaten Bekasi, dan Wakil Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jabar.

Pada Pemilu 2009 Neneng mendapat kepercayaan dari Golkar menjadi calon anggota DPRD Jabar. Peluang emas itu tak disia-siakannya. Dan ia berhasil terpilih menjadi anggota DPRD periode 2009-2014.

Belum selesai menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat, pada 2012  ia dicalonkan oleh Golkar untuk maju di Pilkada Kabupaten Bekasi. Dalam Pilkada 2012 tersebut Neneng menggandeng Rohim Mintareja sebagai wakilnya. Pilkada itu diikuti tiga pasangan calon bupati dan calon wakil bupati.

Pilkada Bekasi 2012 tersebut diwarnai kejutan, di mana Neneng-Mintareja mengalahkan Bupati Bekasi petahana Sa’duddin yang berduet dengan Jamalulail Yunus. Neneng-Rohim memperoleh 442.857 suara atau sekitar 41,0%, Sa’duddin-Jamalulail 331.638 suara (30,75%), dan Darip Mulyana-Jejen Sayuti 304.108 (28,19%). Dengan demikian Neneng-Mintareja terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bekasi periode 2012-2017.

Wanita tangguh kelahiran Karawang, Jabar, 23 Juli 1980 ini mewakafkan hidupnya untuk Bekasi. Tak ada kata lelah dan menyerah dalam kamus hidupnya. Ia bekerja dari pagi hingga larut malam untuk membangun Bekasi menjadi lebih baik.

Neneng bukan tipe bupati yang senang duduk manis. Ia rajin blusukan ke desa-desa untuk mengecek pelaksanaan program-program pemerintah, yakni pengobatan gratis, sekolah gratis, bantuan rumah untuk warga miskin, pembangunan jalan, pembangunan jembatan, pembangunan irigasi, dan lain sebagainya. Neneng aktif berdialog dengan warga untuk menyerap aspirasi mereka.

Di berbagai kesempatan Neneng mengajak warga berperan aktif menyukseskan pembangunan Bekasi agar menjadi lebih baik di masa mendatang.

Untuk mewujudkan Bekasi kota maju Neneng mempermudah perizinan investasi. Ia aktif mempromosikan Bekasi sebagai salah satu daerah investasi yang potensial. Bekasi memiliki sejumlah kawasan yang cocok untuk investasi di bidang industri motor, mobil, pertanian, perikanan, perdagangan, restoran, dan lain sebagainya.

Geliat investasi Bekasi terus meningkat setiap tahun. Pada 2016 nilai investasi mencapai Rp 43,7 triliun. Perolehan investasi ini jauh lebih tinggi dari tahun 2015 sebesar Rp 35, 1 triliun. Jumlah investasi 2016 terdiri atas 5.058 proyek berbagai skala. Angka investasi ini didominasi oleh para investor asing, yakni Rp 33,6 triliun.

Banyaknya investasi yang masuk ke Bekasi tersebut tentu berdampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja, dan mengurangi angka pengangguran.  Juga berdampak mengurangi angka pengangguran.

Di bawah kepemimpinannya Bekasi meraih sejumlah prestasi. Antara lain tahun 2016 menerima penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jabar. WTP merupakan pencapaian tertinggi dalam laporan keuangan pemerintah daerah di Indonesia.

Prestasi lain yang diraih Bekasi pada 2016 adalah mendapat penghargaan bergengsi Adipura . Bekasi dinilai berhasil meningkatkan kinerja dalam pengelolaan lingkungan perkotaan tahun 2015-2016.  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyerahkan secara langsung penghargaan Sertifikat Adipura Best Effort kepada Neneng di Istana Siak, Riau, Jumat (27/7/2016).

Pada tahun 2016 Neneng terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi. Jabatan  baru ini menuntutnya harus bekerja ekstra keras dalam membagi waktu untuk tugasnya sebagai bupati.

Berbagai prestasi yang diraihnya saat menjadi Bupati Bekasi menjadi modal penting bagi  Neneng untuk mengikuti Pilkada Kabupaten Bekasi 2017. Pilkada tersebut diikuti lima pasangan calon. Kali ini Neneng menggaet Eka Supria Atmaja.  Pasangan ini meraih suara tertinggi, yakni 471.585 suara atau 39.28%, diikuti Sa’duddin-Ahmad Dhani  309.410 suara (26,13%), Obon Tabroni-Bambang Sumaryono 208.223 suara (17,58%), Meiliana Karika-Abdul Kholik 113.596 suara (9,59%), dan Farihin-Mahmud 81.436 suara (6.88%). Dengan demikian Neneng-Eka terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bekasi periode 2017-2022.

Neneng  memang sosok yang fenomenal. Ia mengukir sejarah baru di Kabupaten Bekasi.  Ia wanita pertama di daerah tersebut yang menjadi bupati dua kali secara beruntun. Hal ini membuktikan ia memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan dicintai warganya.

Terpilih untuk kedua kalinya sebagai bupati Neneng berjanji akan bekerja lebih keras lagi. Ia akan semakin gencar mengundang para investor untuk berinvestasi di daerahnya. Selain itu ia juga berjanji akan meneruskan tradisi blusukan ke desa-desa.

Neneng lahir di Karawang, Jabar, 23 Juli 1980. Ia mengenyam pendidikan di SDN VIII Rengasdengklok, Karawang, dan lulus tahun 1992. Kemudian melanjutkan ke MTs Darunnajah di Jakarta dan lulus tahun 1995. Setelah itu melanjutkan ke  SMA Insan Kamil Bogor dan lalus tahun 1998.  Selanjutnya Neneng masuk Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta, dan lulus tahun 2008.

Ia menikah dengan Almaida Rosa Putra dan dikaruniai dua anak. Meski sibuk mengemban tugas sebagai bupati dan Golkar, ia tak mengabaikan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Di tengah kesibukannya ia selalu menyisihkan waktunya untuk keluarga. Baginya keluarga itu sangat penting, karena berkat dukungan keluargalah ia meraih kesuksesan di dunia politik. (Popi Rahim/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.