Senin, 26 September 22

Nasib SBY Tergantung Perrpu Pilkada Langsung

Nasib SBY Tergantung Perrpu Pilkada Langsung

Jakarta – Reaksi keras publik domestik dan internasional membuat mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) gerah dan melakukan langkah politik dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) nomor 1 dan 2 untuk mengembalikkan Pilkada DPRD menjadi langsung.

Tapi sayang, kedua Perppu di atas masih berpotensi ditolak oleh DPR, khususnya Perppu Pilkada langsung karena mayoritas DPR dikuasai oleh partai koalisi KMP. Jika Perppu tersebut di tolak, kemungkinan masyarakat akan menyalahkan SBY dan penilaian publik terhadap reputasi SBY semakin menurun.

“Sebanyak 72,24 persen publik menilai bahwa baik atau buruknya kinerja SBY selama 10 tahun ditentukan atas nasib Perppu Pilkada langsung. Jika SBY berhasil menggolkan Perppu Pilkada langsung menjadi UU dalam sidang paripurna DPR Januari 2015 nanti, maka masyarakat akan menilai baik SBY,” ujar peneliti Lembaga Survai Indonesia (LSI), Ardian Sopa di kantornya, Jl Pemuda, Jakarta, Selasa (21/10/2014).

Menurut hasil survei LSI yang dilakukan sepanjang 17-19 Oktober dengan menggunakan metode multistage random sampling dengngan 1200 responden dan margin of error sebesar +/-2,9 persen di 33 provinsi, penilaian bahwa legaxy SBY tergantung pada nasib Perppu itu merata di semua segmen masyarakat. Rata-rata di semua segmen masyarakat antara 53-89 persen publik menyatakan legacy SBY tergantung Perppu Pilkada langsung.

“Jika Perppu tersebut ditolak oleh DPR, maka SBY dinilai meninggalkan legacy yang buruk dalam bidang politik dan demokrasi di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Pendiri LSI, Denny JA  menilai, di atas kertas SBY bisa memenangkan Perppu pilkada langsung untuk diterima oleh DPR. “Kemenangan ini bisa dicapai dengan cara mufakat oleh semua fraksi tanpa voting,”ujarnya kepada wartawan. (Pur)

 

Related posts