Sabtu, 16 November 19

NasDem dan PKS Sepakat Perkuat Fungsi ‘Checks and Balances’ di DPR

NasDem dan PKS Sepakat Perkuat Fungsi ‘Checks and Balances’ di DPR
* Ketua Umum Partai NasDem berkunjung ke DPP PKS. (Foto: Albar/ OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Jajaran pengurus NasDem yang dipimpin Ketua Umum Surya Paloh melakukan pertemuan tertutup dengan para petinggi PKS yang dipimpin Presiden PKS Sohibul Iman. Pertemuan yang berlangsung di markas DPP PKS, Jakarta Selatan, itu menghasilkan sejumlah poin kesepakatan.

 

Baca juga: Berkunjung ke DPP PKS, Surya Paloh Diajak Jadi Mitra Kritis Pemerintah

 

Poin kesepahaman itu dibacakan Sekjen PKS Mustafa Kamal. Di antara poin pentingnya adalah kedua partai sepakat untuk kerja sama memperkuat demokrasi di DPR dalam memberikan fungsi kontrol terhadap pemerintah. Meski posisi NasDem berada dalam pemerintahan, dan PKS berada di luar pemerintahan.

“Yang pertama, saling menghormati sikap konstitusional dan pilihan politik masing-masing partai. Partai NasDem menghormati sikap dan pilihan politik PKS untuk berjuang membangun bangsa dan negara di luar pemerintahan. Di saat yang sama, PKS juga menghormati sikap dan pilihan politik NasDem yang berjuang di dalam pemerintahan,” kata Mustafa Kamal.

“Perbedaan sikap politik kedua partai tersebut tidak menjadi penghalang bagi NasDem dan PKS untuk berjuang bersama menjaga demokrasi agar tetap sehat dengan memperkuat fungsi checks and balances di DPR. Demokrasi yang sehat itu penting untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, baik di bidang politik, ekonomi, keagamaan, pendidikan, kesehatan, budaya dan lainnya,” beber dia.

Kemudian kesepahaman kedua antara PKS dan NasDem adalah soal kedaulatan NKRI. Mereka juga tidak akan memberi tempat untuk separatisme hingga radikalisme.

“Serta tidak memberikan tempat kepada tindakan separatisme, terorisme, radikalisme, intoleransi, dan lainnya yang bertentangan dengan 4 konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara,” sebut Mustafa Kamal.

Ketiga, PKS dan NasDem menyadari bangsa ini diperjuangkan oleh para pendiri bangsa dari kelompok nasionalis dan kelompok Islam. PKS dan NasDem ingin generasi penerus dari kedua pendiri bangsa itu melanjutkannya. Karena baik kelompok nasionalis dan kelompok Islam keduanya tidak bertentangan. Justru saling menguatkan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.