Kamis, 30 Juni 22

Multaqo Ulama Nilai Aksi Inkonstitusional Bertentangan dengan Ajaran Islam

Multaqo Ulama Nilai Aksi Inkonstitusional Bertentangan dengan Ajaran Islam
* Suasana pertemuan (Multaqo) ulama, habaib, dan cendekiawan muslim di Ballroom Hotel Kartika Chandra, Jakarta. (Foto: dok Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com- Multaqo atau pertemuan para ulama yang dihadiri 1.500 orang peserta dari para ulama sepuh, berbagai ormas, para habaib, para cendekiawan muslim menghasilkan delapan poin rekomendasi untuk kemaslahatan bangsa. Rekomendasi tersebut dibacakan oleh Rais Syuriah PBNU KH Manarul Hidayah dan ditandatangani oleh para ulama yang hadir.

Salah satunya dari delapan poin rekomendasi tersebut, yakni mengajak umat Islam tidak terprovokasi aksi inkonstitusional. Sebab tindakan inkonstitusional dianggap bertentangan dengan ajaran Islam dan dapat mengarahkan bughat. Bughat, atau ‘bugat’ dalam bahasa Indonesia, berarti adalah pemberontakan.

“Kami mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk tidak terpancing dalam melakukan aksi-aksi inkonstitusional, baik langsung maupun tidak langsung. Tindakan inkonstitusional bertentangan dengan ajaran Islam dan dapat mengarahkan bughat,” kata Manarul Hidayat di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Delapan poin rekomendasi dan kesepakatan multaqo ulama sebagai berikut;

1. Menegaskan kembali kesepakatan pendiri bangsa dan alim ulat bahwa NKRI adalah bentuk negara yang sesuai dengan Islam yang rahmatan lil alamin di Indonesia, Pancasila adalah dasar negara dan falsafah bangsa.

2. Mengajak umat Islam menyambut bulan puasa 2019 dengan meningkatkan ukhuwah islamiah, menjalin silaturahmi, menghindari fitnah dan tindakan melawan hukum (inkonstitusional), sehingga kita memasuki Ramadan 1440 Hijriah dalam keadaan suci dengan berharap mendapat ampunan Allah dan kemenangan pada Idulfitri.

3. Mengimbau umat Islam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan dan situasi kondusif, mengedepankan persamaan di atas perbedaan selama dan sesudah Ramadan sehingga mampu menjalankan ibadah secara khusyuk dan penuh berkah.

4. Menghindari provokasi pihak yang tak bertanggung jawab selama dan sesudah bulan puasa karena hal tersebut akan sangat mengganggu berlangsungnya ibadah pada bulan suci Ramadan, yang dapat menghilangkan pahala berpuasa pada bulan puasa, yang dilipatgandakan oleh Allah Swt.

5. Kami mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk menaati tata peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di seluruh wilayah NKRI sebagai pengejawantahan hubungan yang konstruktif dan penuh rasa hormat kepada pemerintah yang sah karena sangat jelas diajarkan dalam tradisi agama Islam.

6. Kepada umat Islam Indonesia untuk tidak terpancing dalam melakukan aksi-aksi inkonstitusional, baik langsung maupun tak langsung, tindakan inkonstitusional bertentangan dengan ajaran Islam dan dapat mengarahkan pada khidmatan bugat.

7. Kami mengajak seluruh umat Islam seluruh Indonesia untuk fastabikhul khairat berlomba dalam kebaikan guna meningkatkan kekuatan ekonomi umat dalam rangka berpartisipasi dalam masyarakat dunia melalui era digital big data dan berjaringan teknologi, umat Islam dapat secara aktif terlibat dalam pengentasan masyarakat dari kemiskinan, mengatasi ketimpangan, dan mengejar ketertinggalan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi

8. Kami mengumumkan kepada seluruh umat Islam Indonesia bahwa kegiatan multaqo akan dilakukan secara terus menerus dalam rangka mengawal implementasi kesepakatan yang disepakati hari ini, multaqo akan segera dilaksanakan pada semester kedua 2019, kami mengajak seluruh umat Islam Indonesia lakukan sosialisasi hasil multaqo melalui berbagai forum kegiatan.

Multaqo yang digelar kali ini diiniasi oleh ulama sepuh KH Maimun Zubair dan Habib Luthfi. Forum ulama, habaib dan cendekiawan muslim ini diadakan sebagai ikhtiar bersama agar stabilitas, keamanan, serta ukhuwah Islamiya tetap terjaga pasca Pemilu 2019.

Hadir dalam pertemuan tersebut pengasuh Pondok Pesantren Sarang, Maemun Zubir, pengasuh Pondok Pesantren Al Amin Kediri dan Wakil Rois Syuriyah PWNU Jatim, Anwar Iskandar, Wakil Ketua PWNU Jatim Ahmad Fahrur Rozi, Cendekiawan Shinta Wahid, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Mutaalimin, Buya Muhtadi.

Selain itu Ketua PBNU Said Agil, Ketua Umum Forum Kyai Tahlil, Khayat, Ketua GP Anshor, Yaqut, Mustashar PBNU Turmozi Badrudin, Ketua MUI Saeful Islam Al Tayage, Habib Novel Alaydrus, dan Ketua Cendekiawan Muslim Muhammadiyah, Najib Burhani. Hadir juga Ketua Majelis Munajat Indonesia Berkah Ustadz Usamah Hisyam yang juga dikenal sebagai Ketua umum PP Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.