Minggu, 23 Januari 22

Model Perempuan Muslim Berpose Kenakan Burkini

Model Perempuan Muslim Berpose Kenakan Burkini
* Halima Aden saat berpose pakai burkini di pantai. (BBC)

Supermodel berdarah campuran Somalia-Amerika menjadi model muslim pertama yang berpose di majalah Sports Illustrated dengan mengenakan burkini.

Halima Aden berpose untuk edisi baju renang tahunan majalah itu dalam setelan baju renang yang melapisi seluruh tubuhnya, kecuali wajah, tangan dan kakinya.

“Gadis-gadis muda yang mengenakan jilbab harus memiliki perempuan yang mereka hormati dalam industri apa pun,” katanya kepada BBC.

Halima Aden yang dibesarkan di sebuah kamp pengungsi Kenya, pindah ke AS saat berusia tujuh tahun dan mulai mengenakan jilbab tak lama setelah itu.

“Kita sekarang melihat politisi, pengusaha, reporter televisi perempuan dan perempuan sukses lainnya yang mengenakan hijab dan itulah pesan yang perlu kami kirim,” katanya.

“Responsnya luar biasa dan saya merasa sangat tersanjung bahwa Sports Illustrated telah mengambil langkah untuk menampilkan keindahan yang dimiliki oleh perempuan berpakaian sederhana.”

Sports Illustrated yang pernah menampilkan Tyra Banks dan Beyonce di sampul depannya, adalah majalah Amerika dengan jumlah pembaca yang sebagian besar adalah pria, dan muncul reaksi beragam muncul terhadap berita tersebut.

Seorang pengguna twitter berkomentar: “Jika Anda akan mengenakan hijab dan menutupi kulit Anda -baik pertimbangan panggilan agama atau karena Anda menginginkan kesederhanaan – itu benar-benar berlawanan dengan melakukan pose seksi di sebuah majalah yang dikenal kerap mengobjektifikasi perempuan.”

Komentar lain berbunyi: “Aku pasti akan membelinya kalau itu seandainya katalog baju renang untuk perempuan. Tetapi untuk majalah yang khusus dibuat untuk pria, itu menghancurkan seluruh tujuan dari hijab.”

Sports Illustrated mengunggah foto Halima Aden mengenakan bikini di akun instragramnya dengan komentar yang lebih positif: “Terkagum-kagum setiap tahun oleh upaya inklusivitas masalah ini. Tahun ini adalah level baru.”

Komentar lain hanya menulis: “Melanggar batas, sayang!”

Dalam sebuah wawancara dengan BBC pada 2017, sang model mendeskripsikan hijabnya sebagai “mahkotanya” dan menjelaskan bagaimana perancang bereaksi terhadap hak perempuan untuk memilih: “Hampir mengejutkan kita belum melihat model mengenakan jilbab. Itu [mengenakan hijab] semestinya normal, itu seharusnya tidak berbeda dengan model lainnya. ”

Pada tahun yang sama ia menjadi model mengenakan jilbab pertama yang muncul di sampul majalah utama AS.

Pemimpin redaksi Allure, Michelle Lee, mengatakan kepada BBC bahwa majalah itu sangat bangga dengan Halima sebagai gadis sampul edisi Juli 2017.

“Amerika adalah, dan selalu menjadi, sebuah wadah peleburan. Citra kecantikan Amerika sangat beragam hari ini, dan Halima memiliki kisah yang luar biasa.”

Burkini awalnya dirancang oleh Aheda Zanetti, seorang Muslim Australia. Zanetti mengatakan niat di balik pakaian itu adalah agar memungkinkan perempuan Muslim untuk berpartisipasi dalam gaya hidup pantai Australia.

“Aku ingin anak perempuanku tumbuh dengan memiliki kebebasan memilih,” katanya.

Tetapi burkini tetap kontroversial terutama di Perancis di mana pihak berwenang di beberapa kota Prancis telah mengusulkan pelarangan pakaian ini, dengan alasan itu menentang undang-undang tentang sekularisme.

Merespons kontroversi burkini di Prancis, Zanetti mengatakan : “Apa yang mereka coba kontrol? Mengapa mereka tidak memberi mereka hak untuk keluar dan menjalani gaya hidup normal?” dia berkata.

“Aku harus berterima kasih kepada orang-orang yang memiliki pendapat tanpa benar-benar mendengarkan apa yang sebenarnya diinginkan perempuan, dan itu adalah pilihan.” (*/Red)

Sumber: BBC Indonesia

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.