Kamis, 16 Juli 20

Militer Myanmar Mulai Serang Masjid-masjid di Rakhine

Militer Myanmar Mulai Serang Masjid-masjid di Rakhine
* Serangan ke masjid-masjid di Rakhine. (ParsToday)

Konflik di negara bagian Rakhine, Myanmar terus membara dua pekan setelah pecahnya kekerasan baru yang memaksa ribuan warga Muslim Rohingya mengungsi.

Seperti dilaporkan Reuters, Senin (11/9/2017), militer Myanmar menyerang sebuah masjid di Rakhine dan kemudian membakar bagian tertentu dari tempat suci itu. Mereka juga memukuli dan menyerang jemaah shalat.

Pemerintah Myanmar melancarkan babak baru kekerasan dengan serangan ke masjid-masjid dan rumah-rumah penduduk Muslim Rohingya.

Serangan militer Myanmar ke rumah-rumah warga Rohingya menyebabkan mereka terlantar dan pecahnya kekerasan baru di Rakhine.

Kelompok-kelompok HAM percaya bahwa militer dan ekstremis Budha Myanmar ingin membumihanguskan Muslim Rohingya, yang berjumlah lebih dari 1,1 juta jiwa.

Lebih dari 300 ribu warga Rohingya mengungsi sejak pecahnya konflik bersenjata antara pemberontak Arakan dan pasukan pemerintah Myanmar.

Amnesty International mengatakan bahwa pihaknya memiliki dokumen yang menunjukkan pemasangan ranjau oleh militer Myanmar di perbatasan negara itu dengan Bangladesh.

Muslim Rohingya mengungsi

Kebungkaman Dunia Soal Myanmar Dikecam!
Fraksi Hak Asasi Manusia Parlemen Iran, mengecam genosida terhadap Muslim Myanmar dan mengkritik kebungkaman lembaga-lembaga HAM di hadapan kejahatan militer dan ekstrimis Budha negara itu.

IRNA melaporkan, Fraksi HAM Parlemen Iran pada Senin (11/9/2017) dalam sebuah pernyataan menyebutkan, dolar-dolar Amerika Serikat dan Arab Saudi membungkam lembaga-lembaga HAM dunia di hadapan kejahatan terhadap Muslim Rohingya.

Para mahasiswa Iran sehari sebelumnya berkonsentrasi di depan kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Tehran, menuntut negara-negara Islam dan masyarakat internasional khususnya PBB menghentikan kebungkaman mereka di hadapan pembantaian terhadap Muslim di Myanmar.

Sebelumnya, Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif, menekankan bahwa tidak ada justifikasi apapun yang mengijinkan masyarakat internasional membiarkan berlanjutnya genosida yang sedang terjadi terhadap Muslim Rohingya, Myanmar.

Sejak 25 Agutus hingga kini, menyusul gelombang baru kekerasan oleh militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya di provinsi Rakhine, barat negara itu, tercatat 6.334 Muslim Rohingya terbunuh dan 8.349 lainnya terluka.

Provinsi Rakhine bergejolak sejak 2012 pasca serangan militer dan ekstrimis Budha Myanmar terhadap Muslim Rohingya. Satu juta Muslim Rohingya tidak menikmati hak-hak mendasar kewarganegaraan mereka. (ParsToday)

Baca Juga:

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.