Minggu, 23 Januari 22

Menteri Lukman Diskusi Soal Tayangan TV Ramadhan

lukman-tvJakarta, Obsessionnews Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berdiskusi dengan pengelola stasiun tv dan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) soal program mengisi bulan suci Ramadhan.

“Kita undang agar mempunyai persepsi yang sama untuk meningkatkan program-program yang akan ditayangkan selama bulan Ramadhan,” terang Lukman di Jakarta, seperti dilansir laman Kemenag.go.id, Rabu (1/06/2016).

baca juga:

Soal Indra Bekti, KPI Jatuhkan Sanksi ke TV

Bom Sarinah, KPI Jatuhkan Sanksi Elshinta, TvOne, Indosiar dan I-News

Sidang MKD ‘Adili’ Novanto

Lukman mengaku surprise, setelah mendengar rencana program televisi yang cukup baik dalam rangka meningkatkan kualitas bulan Ramadlan. “Saya juga senang penilaian KPI trennya membaik, semoga Ramadlan tahun ini kualitas menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Menag.

“Atas nama Menteri Agama, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers, khususnya para pengelola pertelevisian, yang telah memberikan sumbangsihnya untuk turut membangun kehidupan keagamaan kita yang lebih berkualitas,” tambahnya.

Sedangkan, Wakil Ketua KPI Idy Muzayyad menyampaikan, KPI sudah membangun komunikasi secara reguler dengan lembaga penyiaran. Agar ditayangkan program berkualitas, sejuk, damai, sahdu, dan menarik selama Ramadlan.

Menurutnya, ada tren perbaikan peningkatan kualitas program siaran keagamaan, khususnya di bulan Ramadhan.

“Ini dibuktikan dengan makin banyaknya program-program kreatif di televisi yang kemudian bisa menggabungakan antara spirit Ramadhan dengan program-program Ramadhan,” katanya.

“Prinsipnya kita sudah satu frekuansi secara umum. Kita memiliki kesamaan pandangan bagaimana memaknai Ramadhan ini secara pas, proposional dan itu dibuktikan makin banyaknya program-program kreatif dan linier dengan spirit Ramadlan,” tambahnya. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.