Minggu, 19 September 21

Menteri Amali: Kemenangan Greysia/Apriyani Kado di HUT 76 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Menteri Amali: Kemenangan Greysia/Apriyani Kado di HUT 76 Tahun Kemerdekaan Indonesia
* Menteri Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali a.(foto:putra/kemenpora.go.id)

Jakarta, obsessionnews.com – Medali emas yang diraih ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu dari cabang olah raga badminton di Olimpiade Tokyo 2020 menjadi kado di momen 76 Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia.

Baca juga:

Jokowi Mengaku Ikut Deg-degan Nonton Laga Final Pasangan Greysia dan Apriyani

Menpora Bersyukur atas Keberhasilan Greysia/Apriyani Gondol Medali Emas di Olimpiade Tokyo 2020

Hal ini diungkapkan Menteri Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali saat menjadi narasumber bersama radio Trijaya FM dengan tema ‘Olimpiade Tokyo 2020’, Selasa (3/8/2021), sebagaimana dikutip obsessionnews.com dari situs Kemenpora.go.id.

“Jadi kemenangan ini merupakan kado 76 tahun Indonesia merdeka. Dan sebagian orang mengatakan ini adalah setitik embun atau air di tengah gurun pasir. Tetapi prestasi ini luar biasa,” kata Amali

Dalam kesempatan ini Amali mengaku sempat deg-degan saat menonton laga final Greysia Polii/Apriyani karena mereka harapan terakhir Indonesia untuk meraih emas. Namun, dia merasa lega karena keduanya bermain rileks tanpa beban di set kedua.

“Begitu masuk set kedua, saya mulai agak tenang. Karena saya lihat mereka mulai lepas, tidak ada beban, bebas,” jelasnya.

Dengan demikian ke depan, lanjutnya, pola pembinaan atlet prestasi harus diubah dan harus didesain. Sebab prestasi yang lahir saat ini bukanlah by design tapi by accident.

“Kalau pembinaan masih seperti sekarang maka kita deg-degan. Artinya kita pasti akan mempunyai prestasi apa adanya seperti sekarang ini. Karena apa? Kita dapatnya sekarang by accident, menurut saya tidak by design,” tuturnya.

Dengan demikian Amali bersama stakeholder terkait, akademisi, praktisi dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi menyusun Grand Desain Olahraga Nasional, karena menyadari prestasi olah raga didesain dan direncanakan.

Di dalam grand design tersebut pemerintah sudah menetapkan cabang-cabang olah raga unggulan yang sesuai dengan karakter fisik orang Indonesia.

“Pertama, kita memilih cabang olah raga yang dipertandingkan di olimpiade, karena tidak semua cabang olah raga dipertandingkan. Oleh karena itu olimpiade kita jadikan sebagai sasaran utama yang di bawahnya misalnya Asian Games dan SEA Games itu sasaran antara saja. Karena prestasi olah raga tertinggi olimpiade,” ujarnya.

Selain itu diputuskan juga bahwa Indonesia akan berkonsentrasi pada cabang-cabang olah raga yang mengandalkan teknik dan akurasi. Sebab hal itu memungkinkan bisa bersaing dengan atlet-atlet dari negara lain yang fisiknya lebih tinggi.

Di samping itu dalam Grand Desain Olah Raga Nasional ini ditargetkan hingga 100 tahun Indonesia merdeka atau Olimpiade 2044 dengan target peringkat Indonesia berada di urutan 5 besar dunia.

Dan setiap olimpiade ditargetkan ranking Indonesia terus meningkat yang dimulai dari Olimpiade Tokyo 2020 ditargetkan berada di urutan 40, lebih tinggi dari posisi sebelumnya di Olimpiade Rio De Jeneiro 2016 lalu berada di urutan 46. Dan seterusnya Oimpiade Paris 2024 dan olimpiade Los Angeles 2028 pun demikian ditargetkan terus meningkat posisi Indonesia.

“Olimpiade 2032 itu kita mengharapkan berada di posisi 12. Dan road map-nya menuju ke sana sudah kita buat. Jadi sekarang kita sudah punya blue print, tapi sedang masih menunggu payung hukum. Sekarang sedang disusun Perpresnya,” ujar Amali.

“Kita bisa, asal kita fokus memilih cabang olah raga yang memungkinkan untuk kita bisa dorong berprestasi dan pembinaannya harus benar-benar serius, terstruktur, sistematis dan masif di seluruh tanah air,” tambahnya.

Dalam pembinaan atlet jangka panjang, Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) bekerja sama dengan kementerian/lembaga lain. Misalnya terkait infrastruktur atau fasilitas olah raga dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kemudian untuk menjaring talenta muda atau siswa di daerah bekerja sama dengan Kemendagri dan Kemendikbud Ristek dalam menjaring 150 atlet nasional dari 250 ribu talenta di seluruh Indonesia.

Selain itu Kemenpora bekerja sama dengan Kemdikbud Ristek untuk menyusun kurikulum khusus bagi para atlet yang nantinya belajar di sekolah keolahragaan dan sentra-sentra olah raga yang dibangun pemerintah. Sebab saat ini atlet masih mendapatkan pelajaran reguler yang sama dengan siswa pada umumnya.

“Oleh karena itu kami minta tolong untuk dibuatkan kurikulum khusus mereka,  artinya pelajaran-pelajaran yang diberikan kepada mereka nggak usah terlalu banyak variasinya. Sehingga hasil pelajaran secara akademik mereka tetap bisa terjaga, prestasinya dan olahr aganya,” tutur Amali. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.