Selasa, 22 Oktober 19

Menhub: Pembangunan Kereta Cepat di Halim Belum Berizin

Menhub: Pembangunan Kereta Cepat di Halim Belum Berizin
* Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan.

Jakarta, Obsessionnews – Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung masih menyisakan banyak masalah. Meski Presiden Jokowi terus mendesak supaya proyek ini segera direalisasikan, namun hingga saat ini pembangunannya masih terkatung-katung.

Pembangunan kereta cepat untuk kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta, saja diketahui belum memiliki izin dari Kementerian Perhubungan maupun security clearance yang dikeluarkan oleh pihak TNI Angkatan Udara.

“Kalau untuk izin pembangunannya di Halim belum ada sampai sekarang,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/4/2016).

Jonan mengatakan salah satu syarat yang paling penting pihaknya bisa mengeluarkan izin pembangunan apabila telah dilakukan penguasaan lahan, baik itu berupa sewa, hibah, kerja sama dengan pemilik, atau penugasan.

“Kita gak akan negur ya karena kita belum keluarkan izin pembangunan. Itu prosesnya pasti dianggap itu tidak ada security clearance kalau daerah militer,” tegasnya.

Terkait dengan adanya aktivitas pengeboran di bawah tanah, Johan menyerahkan kepada proses hukum. Bila ada pihak yang merasa dirugikan, ia persilahkan untuk mengadu ke aparat berwajib.

“Lho ya saya kira kalau ke badan usahanya pasti berdampak dong. Ya udah itu,” tandas Jonan.

Pihak TNI AU menangkap 7 pekerja proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, yang menyusup Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Dari 7 orang tersebut 5 di antaranya warga RRC.

Danlanud Halim Kolonel Pnb Sri Mulyo Handoko mengatakan, saat ditangkap para pekerja itu tidak memiliki security clearance dan dokumen-dokumen izin bekerja di Indonesia.

“Jadi mereka ini yang mau kerja di dekat-dekat daerah militer harus punya security clearance untuk bisa masuk ke daerah-daerah terlarang seperti daerah militer. Itu memang sudah protap di setiap negara,” ujar Sri.

Saat ditemukan mereka sedang melakukan pengeboran tanah dengan tujuan pengambilan sampel tanah. Turut diamankan seperangkat alat bor tanah, genset, sejumlah pipa paralon dan logam serta sampel tanah dari kedalaman 0 meter hingga 55 meter.

Berikut nama-nama pekerja yang ditangkap:
1. Guo Lin Zhong, China 05-10-1985
2. Zhu Huafeng, China 10-12-1968
3. Wang Jun, China 11-09-1987
4. Cheng Qian Wu, China 13-10-1967
5. Xie Wu Ming, China 25-01-1975
6. Ikhfan Kusnadi, Jkt 11-05-1945 (WNI interpreter)
7. Yohanes Adi, Jkt 29-08-1976 (WNI driver)

(Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.