Senin, 18 November 19

Menhub Melarang Tiket Pesawat Promo Tanpa Izin

Menhub Melarang Tiket Pesawat Promo Tanpa Izin

Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan berencana melarang penjualan tiket oleh maskapai penerbangan yang belum mendapat izin terbang dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Menurut dia, selama ini di Indonesia sering terjadi kasus penjualan tiket untuk jangka waktu yang cukup lama. Tidak tanggung-tanggung, jangka waktu penawaran tiket yang umumnya adalah promo itu bisa mencapai 6 bulan sebelumnya atau bahkan lebih.

Padahal izin rute dan izin terbang dari Kemenhub hanya dikeluarkan setiap 6 bulan sekali.‬ “Kadangkala ada yang masih dalam proses pengurusan rute, tapi sudah menjual tiket. Padahal waktu saya jadi Dirut PT KAI, saya tidak berani menjual tiket sebelum grafik perjalanan disetujui,” ujar dia di Komisi V DPR, Jakarta, Selasa (20/1/2015).

Kedepan, untuk menghindari hal – hal yang tidak baik maskapai dilarang keras menjual tiket jika belum mendapatkan izin rute. “Untuk ke depannya penjualan tiket sebelum izin turun tidak akan terjadi lagi,” ujar dia.

Selain itu pihaknya juga mengaku akan memperketat pengurusan izin penerbangan. Untuk itu tiap maskapai harus mengusulkan izin penerbangan tiga hari sebelum keberangkatan dan empat bulan untuk izin rute.

Lebih lanjut Jonan mengatakan, perbaikan dalam hal perhubungan akan terus dilakukan. Mulai dari perbaikan secara administratif hingga perbaikan dalam hal keamanan. “Saat ini perbaikan difokuskan pada administratif dulu. Perbaikan keamanan dan teknis akan dilakukan selanjutnya,” ujar dia.

Sebagai informasi, selama kurang lebih tiga pekan pasca kecelakaan maskapai AirAsia QZ8501 di Selat Karimata, berbagai spekulasi sempat muncul untuk menjawab pertanyaan perihal jatuhnya pesawat tersebut.

Salah satunya adalah masalah izin terbang yang sempat dikemukakan oleh Menhub di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (6/1/2015). Saat itu kemenhub menuding izin terbang AirAsia ilegal karena melakukan penerbangan ke Singapur pada hari Minggu.

Karena menurut Kemenhub, sebagaimana disampaikan oleh juru bicara Kemenhub, J.A Barata, dalam surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU.008/30/6/DRJU.DAU-2014 tanggal 24 Oktober 2014 perihal izin penerbangan luar negeri periode winter 2014/2015, rute Surabaya-Singapura (PP) yang diberikan kepada Indonesia AirAsia hanya pada hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu.

Terkait pelanggaran izin terbang tersebut, Jonan sempat mengklaim hal itu telah diakui oleh pihak AirAsia. “Tony (CEO AirAsia Tony Fernandes) mengaku ke saya bahwa salah, tidak ada izin rute,” kata dia di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (6/1/2015).

Berkaca dari kasus tersebut, ia menduga masih ada beberapa maskapai yang melakukan kelalaian seperti AirAsia. “Kami telah meminta keterangan beberapa pihak yang mengeluarkan izin terbang AirAsia itu, termasuk internal Kemenhub. Saya menyatakan itu izin ilegal karena tak pernah ada persetujuan dari Kemenhub. Saya menduga hal seperti ini juga dilakukan maskapai lain,” kata dia. (Kukuh Budiman)

Related posts