Minggu, 25 Oktober 20

Mengenang Tokoh Pers Nasional Bapak Jakob Oetama

Mengenang Tokoh Pers Nasional Bapak Jakob Oetama
* Jakob Oetama. (Foto: Kompas)

Oleh: Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Menteri Agama RI, dan Wakil Ketua Umum MUI

Bangsa Indonesia berduka atas meninggalnya tokoh pers nasional, yaitu Bapak Jakob Oetama, salah satu pendiri Kompas, sebuah koran harian yang menjadi kompas berita Indonesia.

Pak Jakob Oetama adalah sosok yang namanya sudah melegenda di dunia pers nasional, karena hidupnya didedikasikan sepenuhnya untuk dunia pers, dunia yang membesarkan namanya, dan dengan kekuatan cinta dan kesabaran beliau telah berhasil membesarkan pers nasional di negeri tercinta.

Pak Jakob Oetama menjadi sumber referensi dan inspirasi dari berbagai kalangan jurnalis baik jurnalis pemula maupun jurnalis senior. Pak Jakob adalah figur jurnalis profesional yang mumpuni dan memiliki komitmen keindonesiaan dan kemanusiaan yang kuat.

Pak Jakob banyak mengajarkan nilai-nilai humanisme, demokrasi, dan keterbukaan. Keberpihakan pada kelompok kecil, rentan dan tertindas menjadi menu literasi media yang terus dibangun dan dikembangkannya.

Beliau memiliki sikap terbuka untuk menerima kritik dan pendapat namun tetap kritis dan konstruktif, karena hal itulah menjadi kekuatannya dalam menjalankan fungsi kontrol pers kepada pemerintah. Sehingga beliau tetap independen dan tidak tersandera oleh kelompok aliran politik mana pun, dan tetap merdeka dalam menyampaikan kritik dan pendapat kepada siapa pun yang dianggap bersalah atau kurang bijak dalam menjalankan tugas negara.

Pak Jakob adalah tokoh yang mengembangkan pemikiran keagamaan yang inklusif dan moderat. Sebuah praktik keagamaan yang menjaga harmoni kebhinekaan, kerukunan sosial, serta menghormati kearifan lokal dan memuliakan harkat kemanusiaan.

Pesan-pesan moral yang disampaikan baik melalui lisan maupun tulisan selalu aktual dan mencerahkan.

Kami semua merasa kehilangan sosok teladan yang rendah hati, sederhana dan selalu menginspirasi. Selamat jalan Pak Jakob Oetama, semoga engkau istirahat dengan tenang dan selalu tersenyum di alam keabadian.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.