Senin, 27 Mei 19

Mengenal Dokter Bing, Ahli Bedah Plastik Asal Indonesia yang Dipuji Orang Amerika

Mengenal Dokter Bing, Ahli Bedah Plastik Asal Indonesia yang Dipuji Orang Amerika
* Dokter Arthur Bing dan istrinya, Hetty Bing. (Foto: OHIO HEALTH)

Jakarta, Obsessionnews.com – Bagi sebagian orang Indonesia, Amerika Serikat merupakan salah satu pilihan tepat untuk meraih masa depan. Itulah yang dialami oleh Arthur Gan Hok Bing. Bersama Hetty, isterinya, dokter asal Bandung ini merantau ke AS puluhan tahun lalu, dan kemudian bermukim di sana hingga mencapai kesuksesan di bidangnya. 

Tahun lalu Bing meraih penghargaan tinggi dari Palang Merah AS (American Red Cross) sebagai ‘Humanitarian of the Year 2018’. Palang Merah AS merupakan organisasi swasta (bukan di bawah pemerintah), yang menggantungkan dana dan program kerjanya sepenuhnya dari sumbangan para donor dan relawan. Penghargaan itu membuat namanya kian moncer di AS. 

Satu di antara penghormatan luar biasa yang pernah diterima Bing adalah ketika pada 1 November 2012 lalu sebuah gedung Pusat Kanker di Ohio, AS, diresmikan dengan menyandang namanya, “OhioHealth Arthur G. H. Bing, MD, Cancer Center.” 

Sebagai sebuah pencapaian terbesar Bing, fasilitas kesehatan mewah berlantai lima itu pun segera menjadi kebanggaan masyarakat negara bagian Ohio, AS. Dokter Bing menyumbang dua juta dolar AS pada Pusat Kanker yang bernilai 10 juta dolar itu. Rupanya itulah sumbangan terbesar dari pribadi seorang dokter dalam sejarah kesehatan di Ohio. 

Pada tahun 2015 Bing juga menerima penghargaan Ohio Asian Awards, sebagai Honorary Chair. Bing dianggap sebagai contoh terbaik imigran Amerika asal Asia (Asian-American) yang memberi kontribusi kepada warga AS asal Asia dan para imigran lain.

American Red Cross juga menghargai Arthur Bing sebagai filantropis dan relawan yang patut menjadi teladan. Misi Bing untuk mempersembahkan pendidikan dan pelatihan dianggap sangatlah penting artinya bagi perwujudan kepedulian pada pasien (patient-care) yang berkualitas, yang memberi dampak positif bagi negara bagian Ohio dan seluruh dunia.

Bing menceritakan, ia dan istrinya pindah ke AS akibat diskriminasi rasial yang dialaminya di Indonesia pada tahun 60-an. Berkat perjuangan keras, karier Bing sebagai dokter menunjukkan hasil yang amat gemilang. Ayah dua putri ini tidak saja berhasil jadi miliarder di sana, tetapi namanya pun makin berkibar sebagai ahli bedah plastik dan filantropis yang sangat dihormati berbagai kalangan di AS.

“Saya dan isteri saya (Hetty) sama-sama dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung. Berhubung keterbatasan yang kami alami, kami pun memutuskan untuk pindah ke Amerika,” ungkapnya ketika itu.

Sebenarnya Bing lahir dan dibesarkan di Bandung. Ia lulus Fakultas Kedokteran Unpad pada tahun 1965. Sempat praktik sekitar empat tahun sebagai dokter, pada tahun 1969 Bing dan Hetty (yang juga seorang dokter) pindah dan bermukim di Ohio, AS. Saat itu kondisi keuangannya sangatlah terbatas. Menurut Bing, kepindahannya ke AS karena perlakuan buruk yang dialaminya.

Menurut wartawati kanal TV NBC4 Ellie Merritt, Bing datang ke AS sekitar 40 tahun lalu. Melalui program naturalisasi, Bing dan Hetty menjadi warga negara AS pada 1975. Menurut Bing, dirinya merasa beruntung. 

“Istri saya, yang merupakan seorang penyintas kanker (cancer survivor) dan saya, sebagai ahli bedah plastik yang sering berurusan dengan penderita kanker, merasa sangat beruntung dan bersyukur (bahwa ini terwujud),” kata Bing kepada Merritt.

Rupanya cobaan kanker yang dialami sang istri justru membuatnya kian gigih, dan makin semangat berjuang demi kemanusiaan.

Hanya beberapa tahun setelah sampai di Ohio, Hetty didiagnosa menderita kanker usus besar (colon cancer). Melalui pengobatan para dokter di Ohio, Hetty selamat dari fatalnya serangan kanker. Dan itulah yang menginspirasi sang ahli bedah plastik itu, sehingga ia jadi sangat peduli pada program penyembuhan tumor ganas. 

“Dan sekarang ia membalas kebaikan-kebaikan yang dialaminya dengan hati terbuka,” ujar Merritt.

Bing adalah satu dari 26 dokter spesialis bedah plastik di RS itu. Menurut laman situs berita Health US News, dokter Bing telah menjadi Director Emeritus of Heartland sejak 22 April 2016, setelah sebelumnya menjabat sebagai direktur di situ sejak 1989 hingga 2016.

“Dia juga menguasai berbagai bahasa, termasuk bahasa Belanda, Jerman dan bahasa Indonesia,” tulis situs berita kesehatan AS itu.

Sudah berpraktik di wilayah Columbus selama 40-an tahun, Dr. Bing juga dikenal sebagai pengusaha (entrepreneur) yang juga aktif dalam boards di berbagai organisasi, termasuk Palang Merah AS, dan Riverside Methodist Hospital, Ohio.

Ketika datang ke Ohio pada 1969 dokter Bing harus memulainya dari awal lagi. Ia harus mengikuti program internship lagi, yakni semacam tugas ko-asistensi (magang) di RS Riverside Methodist Hospital, Ohio. Meski sudah lulus dokter umum selama empat tahun (1965-1969) di Indonesia.

“Ketika datang, Bing nyaris tidak punya apa-apa; boleh dibilang ia hanya punya sepatu di kakinya. Tapi ia bekerja sangat keras, dan melakukan residency lagi di Rumah Sakit,” kata seorang ahli bedah plastik kolega Bing, dr. Anne Taylor, yang mengenal Bing ketika bekerja sebagai intern di RS. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.