Minggu, 28 November 21

Megawati Pilih Ahok di Pilkada DKI?

Megawati Pilih Ahok di Pilkada DKI?
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama istrinya, Veronica, dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Jakarta, Obsessionnews.com – Di era reformasi PDI-P unjuk gigi di Pilkada DKI Jakarta. Dalam tiga kali pilkada calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) yang diusung partai politik (parpol) pimpinan Megawati Soekarnoputri ini selalu unggul, yakni tahun 2002, tahun 2007, dan tahun 2012.

PDI-P sukses mengantarkan duet Sutiyoso dan Fauzi Bowo atau Foke memenangkan Pilkada 2002 yang pemilihannya dipilih oleh DPRD.

Parpol berlambang kepala banteng dengan moncong putih ini kembali meraup kesuksesan pada Pilkada 2007. Ketika itu PDI-P mengusung Foke – Pijanto dalam pemilihan yang langsung dipilih oleh rakyat. Foke – Prijanto berhasil memenangkan pilkada.

Dan yang fenomenal adalah pada Pilkada 2012. Saat itu PDI-P mengusung kadernya, Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi), berpasangan dengan kader Partai Gerindra, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Duet Jokowi – Ahok berhadapan dengan gubernur petahana Foke yang berpasangan dengan Ketua DPD Partai Demokrat Nachrowi Ramli, Alex Noerdin – Nono Sampono, Hidayat Nur Wahid – Didik J Rachbini, Faisal Basri – Biem Trijani Benyamin, dan  Hendrardji Soepandji – Ahmad Riza Patria.

Sebelum dilakukan pemungutan dan penghitungan suara sejumlah lembaga survei meramalkan Foke – Nachrowi bakal memenangkan pesta demokrasi lima tahun sekali itu. Bahkan diprediksi pilkada hanya berlangsung satu putaran dengan pemenangnya adalah Foke – Nachrowi.

Namun, fakta berbicara lain. Di luar dugaan duet Jokowi – Ahok mampu mendulang suara banyak, bersaing dengan perolehan suara Foke – Nachrowi. Karena tidak ada pasangan cagubdan cawagub  yang memperoleh suara di atas 50%, maka dilakukan pemilihan putaran kedua yang hanya diikuti Foke – Nachrowi dan Jokowi – Ahok.

Dan di putaran kedua tersebut kembali terjadi kejutan. Jokowi – Ahok secara telak mengalahkan Foke – Nachrowi.

Lalu bagaimana peluang PDI-P pada Pilkada 2017?

PDI-P pemenang Pemilu 2014 di DKI dan memiliki kursi terbanyak di DPRD DKI, yakni 28 kursi. PDI-P satu-satunya parpol yang mampu mengusung cagub dan cawagub sendiri tanpa berkoalisi dengan parpol lain. Persyaratan parpol mengusung cagub dan cawagub di DKI adalah minimial memiliki 22 kursi di DPRD.

Meski pendaftaran cagub dan cawagub telah di ambang pintu, yakni tanggal 19 – 21 September 2016, PDI-P hingga kini belum memutuskan siapa yang akan diusungnya. Ada wacana PDI-P akan mengusung Ahok sebagai cagub dan Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat.  Djarot saat ini adalah Wakil Gubernur DKI.

Sementara itu Ahok tidak menjadi kader parpol manapun setelah angkat kaki dari Gerindra pada tahun 2014. Mantan Bupati Belitung Timur ini mendapat dukungan dari Partai NasDem, Partai Hanura, dan Partai Golkar yang total memiliki 24 kursi di DPRD.

PDI-P telah menjaring sejumlah tokoh internal dan eksternal partai yang mengikuti fit and proper test. Ahok tidak termasuk yang ikut melamar sebagai cagub di PDI-P.  Meski demikian di berbagai kesempatan Ahok mengungkapkan keyakinannya bakal dipilih oleh Ketua Umum PDI-P Megawati. Pasalnya, ia mengaku memiliki hubungan dekat dengan putri Presiden pertama Indonesia itu.

Ahok berminat menggandeng Djarot sebagai cawagubnya, karena selama ini ia merasa cocok bekerja sama dengan mantan Wali Kota Blitar tersebut.

Hal senada juga diutarakan Ketua DPP Partai Golkar Yorris Raweyai. Di beberapa kesempatan Yorris yakin Megawati bakal merestui Ahok berduet dengan Djarot pada Pilkada DKI 2017.

Siapa yang akan diusung PDI-P itu tergantung Megawati. Ahokkah yang bakal dipilih oleh Megawati sebagai cagub?  (@arif_rhakim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.