Sabtu, 18 September 21

Masyarakat Kubu Raya Kesulitan Air Bersih

Masyarakat Kubu Raya Kesulitan Air Bersih

Kubu Raya, Obsessionnews – UNICEF memperkirakan sebanyak 1.400 anak usia di bawah lima tahun meninggal setiap hari karena penyakit diare yang erat kaitannya dengan kurangnya air bersih serta sanitasi dan kebersihan yang memadai. Bahkan setiap tahunnya, Indonesia menderita kerugian sebesar USD 6,3 miliar dikarenakan sanitasi buruk.

“Masyarakat di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat masih kesulitan air bersih sehingga masyarakat mengunakan air parit sebagai kebutuhan mandi dan mencuci. Padahal air tersebut sangat tidak layak untuk digunakan karena tidak memenuhi standar kualifikasi air yang bersih,” kata Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Kubu Raya, Bambang Sudarmono, kepada Obsessionnews, Kamis (26/11).

air Kubu Raya2

Menurutnya, air yang tidak bersih tidak hanya dapat mempengaruhi kesehatan, namun juga keselamatan dan kualitas hidup anak-anak. Disebutkan dalam keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 mengatur tentang kriteria air bersih seperti tampilan harus jernih dan tidak keruh, tidak berwarna apapun, tidak berasa apapun, dan tidak berbau apapun dan suhu biasanya antara 10-25 C (sejuk) serta pH air antara 6,5 – 9,2.

“Persoalan air bersih harus menjadi konsen pemerintah daerah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang sehat, karena permasalahan air bersih memiliki dampak komplek terhadap keseimbangan kehidupan manusia karena air adalah sumber kehidupan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, persoalan air bersih tidak hanya terjadi di Desa Kuala Dua namun hampir disetiap desa di Kabupaten Kubu Raya mengalami hal yang sama. Maka dari itu pemerintah daerah harus bisa bersinergi dalam melakukan pembangunan terutama dalam membangun akses air bersih disetiap desa sehingga masyarakat desa bisa hidup sehat.

air Kubu Raya3

Asmadi, salah satu warga dusun Keramat Dua Kabupaten Kubu Raya, mengatakan warganya sudah terbiasa dengan kondisi air yang demikian itu karena sebagai satu-satunya sumber air di kampungnya hanya air parit tersebut. Menurutnya, kalau musim hujan kami biasanya menggunakan air kolam namun airnya juga bau lumpur yang paling sulit itu ketika musim kemarau air kolam kering mau tidak mau kami menggunakan air parit yang bau dan keruh.

“Alhamdulillah karena sudah terbiasa jadi kami menggunakan air tersebut setiap harinya dengan tanpa beban karena faktor kesehatan dan lainnya,” paparnya

Wiwik, salah satu warga juga mengeluhkan persoalan air bersih. Menurutnya, air tersebut sudah tidak layak untuk digunakan namun kalau menunggu air bersih dari pemerintah kami tidak bisa mandi dan mencuci.

“Semoga pemerintah bisa menyediakan air bersih buat masyarakat di disini khususnya dan Kabupaten Kubu Raya umumnya,” harapnya. (Saufi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.