Sabtu, 25 September 21

Mahfud MD Jelaskan Perbedaan Khalifah dengan Khilafah

Mahfud MD Jelaskan Perbedaan Khalifah dengan Khilafah
* Mahfud MD.

Jakarta, Obsessionnews.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD termasuk tokoh yang menolak berdirinya negara Islam dengan sistem khilafah yang coba dipaksakan oleh kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ia pun menjelaskan perbedaan antara khilafah dan khalifah.

Menurut Mahfud, khalifah dalam Alquran tidak bisa dijadikan dasar mendirikan negara Islam. Karena kholifah itu punya makna yang berbeda dengan khilafah. Khilafah, kata dia, adalah sistem pemerintahan sedang khalifah itu manusia.

“Di Qur’ an tak ada 1 pun kata khilafah. Memang kalau istilah khalifah ada, tp bkn dlm arti pemerintah melainkan dlm arti manusia alias Adam,” ujar Mahfud dalam akun Twitternya @mohmahfudmd Rabu, (28/6/2017).

Berdasarkan yang ia ketahui, tidak ada satu ajaran atau perintah dari Alquran ataupun Hadits untuk mendirikan negara Islam. Sebab itu kata Mahfud, bila ada yang menjelaskan sistem khilafah itu ada, maka semakin jelas bahwa sistem khilafah itu benar-benar tidak ada.

“Qur’an dan Hadits tdk mengajarkan khilafah sbg sistem. Ajaran Qur’an & Hadits hny menyebut adanya negara adl sunnah sdng sistemnya bs beda2,” tuturnya.

Mahfud paham, dalam sejarah zaman dulu pernah ada khilafah dengan sistem yang berbeda-beda. Hal ini kata dia menunjukkan bahwa setiap zaman dan tempat bisa membuat sistem negara sendiri yang berbeda-beda. Dan Indonesia sudah membuat sistemnya sendiri dengan dasar falsafah Pancasila.

“Khilafah itu ada yg produk al Mawardi, al Maududi, as Suyuthi, al Afghani dll Bermacam2 krn memang di Qur’an & Hadis tak ada sistem yg baku,” tuturnya

“Adanya Bab Khilafah di kitab2 fiqh hny mengajarkan bhw khilafah itu bnyk macamnya & setiap bangsa bisa membuat seduai kebutuhannya sendiri2, ” jelasnya. (Albar)

Related posts

1 Comment

  1. El Quddus

    Para pakar ini kadang hanya pandai mengukir pendapatnya tanpa melibatkan ahli bahasa arab yang kompeten bahasa al quran. Masa khilafah dan khalifah tidak bisa dimaknai secara jernih melainkan menggunakan tafsir ketakutan terwujudnya negara islam. Prof Mahfud semestinya fokus saja pada bidang keahlian yang bapak pelajari, dalami dan hayati. Biarkan para alim ulama menjernihkannya. Jangan ngawur dan ngelindur, kaburo maktan indallahi maa laa taklamuunn. Jangan menafsirkan al quran bi ra^yi melainkan bil ilmi. Hatur nuhun

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.