fbpx

Kamis, 21 Februari 19

Mahasiswa UGM Kembangkan Lampu Darurat Hemat Energi

Mahasiswa UGM Kembangkan Lampu Darurat Hemat Energi
* Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Fadhiela Noer Hafiezha dan Chaieydha Noer Hafiezha berhasil mengembangkan inovasi lampu darurat (emergency) hemat energi yang ramah lingkungan. (Foto: Humas UGM)

Jakarta, Obsessionnews.com – Membuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat merupakan obsesi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Hal ini juga dilakukan oleh Fadhiela Noer Hafiezha, mahasiswi S1 Teknik Mesin, dan Chaieydha Noer Hafiezha, mahasiswi S2 Fakultas Pertanian. Dua bersaudara yang berasal dari Blora, Jawa Tengah, ini berhasil mengembangkan inovasi lampu darurat (emergency) hemat energi yang ramah lingkungan.

Lampu yang dinamai La Helist (Lampu Emergency Hemat Listrik) mampu menjadi solusi bagi masyarakat dalam situasi darurat saat terjadi pemadaman listrik di malam hari.

Mereka memanfaatkan fitting lampu yang dimodifikasi sehingga menghasilkan lampu dengan terang tidak berbeda seperti lampu yang menggunakan daya listrik PLN.

Fadhiela mengungkapkan, pengembangan lampu emergency hemat energi ini terinspirasi dari seringnya pemadaman listrik di wilayah Blora. Pemadaman listrik sering kali terjadi, terlebih di kala musim hujan. Hal tersebut menjadikan aktivitas masyarakat terganggu.

“Di Blora sering terjadi pemadaman listrik dan masyarakat masih sering memakai lilin untuk penerangan saat listrik padam. Sementara penggunaan lilin berpotensi terjadi kebakaran saat ditinggal tidur. Untuk itulah kami mengembangkan lampu emergency dari led dan menggunakan batu baterai yang aman dan praktis,” ujar Fadhiela saat konferensi pers di kantor Humas UGM, Jumat (1/2).

Lampu darurat ini dibuat menggunakan material lokal dan mudah diperoleh di pasaran. Komponen penyusun La Helist di antaranya lampu led, fitiing lampu, trafo ferit, kumparan email, resistor, transistor, saklar, serta batu baterai.

“Pembuatan lampu ini tidak sulit karena materialnya mudah didapat. Bahkan khusus ferit dari limbah lampu yang tidak terpakai,” jelasnya.

Untuk menghidupkan lampu menggunakan energi dari baterai kecil tipe AA 1,5 Volt yang biasa dipakai untuk baterai jam dinding. Dikembangkan dalam dua jenis yakni berdaya 3 watt dan 9 watt.

 

Baca juga:

Harumkan UGM, Patriasia Sabet Gelar ‘Best Presenter’ di Malaysia

Wow…Keren! Sepatu Buatan Mahasiswa UGM Sabet Penghargaan di Seoul

Progres Baru Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM

 

Baca halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.