Minggu, 3 Maret 24

Mahasiswa KKN UGM Dukung Pemerintah Turunkan Angka Stunting di Jepara

Mahasiswa KKN UGM Dukung Pemerintah Turunkan Angka Stunting di Jepara
* Sebanyak 27 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menurunkan angka stunting di dua desa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yakni Desa Jambu dan Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo. (Foto: ugm.ac.id)

Obsessionnews.com – Pemerintah gencar mengatasi masalah stunting. Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.

 

Baca juga:

Menteri PANRB Minta Birokrasi Harus Berdampak Turunkan Stunting

Gelar Safari Gemar Makan Ikan di Sumbawa, PKS Dukung Pemerintah Turunkan Angka Stunting

Peringati HAN 2023 Swiss-Belinn Bogor Gelar Kegiatan Peduli Stunting

 

 

Upaya pemerintah mengatasi masalah stunting itu mendapat dukungan dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebanyak 27 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM berhasil menurunkan angka stunting di dua desa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yakni Desa Jambu dan Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo. Sebelum ada kegiatan penerjunan KKN, pada Juni jumlah angka stunting di dua desa tersebut sekitar 144 anak mengalami stunting. Namun, selama pelaksanaan KKN kurang lebih kurang dari 45 hari, jumlah angka stunting menurun menjadi 123 anak.

“Ada penurunan sekitar 21 anak stunting selama KKN,” kata Camat Mlonggo Sulistyo saat menerima kunjungan tim Komisi V Senat Akademik meninjau kegiatan KKN PPM UGM di Balai Pertemuan Kantor Kecamatan Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah, Senin (7/8/2023), dikutip obsessionnews.com dari situs resmi UGM, Selasa .

Sulistiyo menyampaikan apresiasi atas keberhasilan dari program kerja mahasiswa KKN yang telah membantu pemerintah kecamatan dalam menurunkan angka stunting yang kini menjadi program kerja nasional.

”Kami betul-betul sangat terbantu adanya program KKN dari sisi pemberdayaan masyarakat. Sudah banyak program yang dilaksanakan oleh adik-adik mahasiswa KKN di antaranya penanganan stunting menjadi isu strategis baik nasional dan daerah,” ujar Sulistiyo.

Menurutnya, mahasiswa KKN UGM benar-benar telah menerapkan ilmu yang mereka dapatkan dalam kampus untuk diimplementasikan di masyarakat dalam pemecahan persoalan di setiap desanya.

“Apa yang dilakukan ini sangat membangggakan sekali. Apa yang menjadi inovasi dan gagasan kreatif bersama dengan masyarakat selama ini akan terus bisa menurunkan angka stunting. Mahasiswa KKN benar-benar telah melakukan apa yang didapat dari kampus diimplementasi di wilayah kecamatan Mlonggo,” tutur Sulistiyo.

Meski yang dilakukan mahasiswa belum sepenuhnya bisa menyelesaikan persoalan dengan tuntas dalam masa KKN, namun ia berharap pihak UGM bisa terus menerjunkan mahasiwa KKN terutama pemberdayaan UMKM di sepanjang pantura dan pengembangan destinasi wisata di kecamatan Mlonggo.

Nicolas Kriswinara, mahasiswa Kormanit KKN Unit Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah, mengatakan program penurunan stunting menjadi salah satu dari empat program unggulan yang dilakukan oleh 27 mahasiswa yang terbagi dalam empat kluster, yakni kluster sosial humaniora, agro,medika dan saintek.

Kris, sapaan akrabnya, menerangkan, program penurunan stunting dilakukan dengan melakukan pemetaan setiap rumah dengan kerja sama dengan delapan posyandu lewat penyuluhan dan edukasi soal stunting melalui pemberian makanan tambahan.

“Kita melakukan program social mapping penyebab masalah yang terjadi dengan mengukur tinggi badan per umur balita, kerja sama interdisipliner untuk pencegahan seperti dari farmasi mengenai saran obat untuk ibu-ibu, sosialisasi gemar makan ikan dan kacang kedelai, dan pisang,” katanya.

Pada saat melakukan edukasi, tambahnya, tim mahasiswa membagikan juga makanan tambahan secara gratis dan mengajarkan cara mengolah makan dari sumber yang bisa didapat dari lingkungan sekitar.

“Kami memberikan makanan tambahan secara fisik gratis dan mengajarkan cara mengolah makanan yang cocok mengatasi stunting,” ucapnya.

Edukasi penurunan stunting dengan menyasar kelompok ibu-ibu di dua desa dengan bekerja sama dengan 8 pengurus posyandu.

“Kami juga menemui 7-8 posyandu setidaknya 2-3 kali seminggu bekerja sama dengan kader mengetahui jumlah stunting, pengecekan dan pemberian makanan tambahan,” ungkapnya

Sementara itu Kasubdit KKN DPkM UGM Nanung Agus Fitriyanto,M.Sc., Ph.D. mengatakan, inovasi dan keberhasilan program kerja yang dilakukan oleh mahasiswa KKN menjadi salah satu kriteria penilaian dari kegiatan KKN yang dilakukan mahasiswa. Selain melaksanakan program di lapangan, mahasiswa juga diharapkan bisa mempraktikkan ilmunya dan memahami nilai etika dan norma yang berlaku di masyarakat.

“Di samping bisa mengimplementasikan ilmunya, mahasiswa juga memahami etika, norma dan adat istiadat masyarakat sehingga tujuan KKN untuk meningkatkan rasa empati dan kepedulian sangat diutamakan,” katanya.

Ketua Komisi V Senat Akademik (SA) UGM, Prof. Dr. Eng. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng., dalam kesempatan tersebut mengapresiasi capaian kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN. Menurutnya, SA juga menilai melalui kegiatan KKN ini diketahui sejauh mana peran besar UGM dalam bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menuntaskan berbagai persoalan di masyarakat serta mendukung program pembangunan.

“Kami melakukan penilaian kualitatif seberapa besar pengaruh pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di daerah setidaknya bisa memberikan dampak langsung bagi masyarakat baik baik dari capaian SDGs, program pembangunan dan peningkatan SDM,” jelasnya.

Menurut Deendarlianto, pengalaman mahasiwa selama menjalankan KKN diharapkan makin meningkatkan kompetensi mahasiswa untuk berkarya yang sesungguhnya setelah ia lulus menjadi sarjana.

“Setidaknya KKN ini memberikan impak baru bagi mahasiswa itu sendiri,” tandasnya. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.