Selasa, 26 Oktober 21

Lima Hal yang Wajib Dijaga dalam Islam 

Lima Hal yang Wajib Dijaga dalam Islam 
* Ilustrasi. (Foto: BISA)

Dalam Islam ada lima hal yang harus dijaga oleh setiap muslim sebagai bagian dari syariat yang telah Allah perintahkan atau biasa disebut dharuriyyatul khams.

Islam dibangun atas dasar tauhid, dan ruhnya adalah keikhlasan sedang syiarnya adalah toleransi dan persaudaraan.

Berikut 5 hal yang wajib dijaga dalam Islam :

1. Hifdzud Dien (Menjaga Agama) :
Hal utama yang wajib dijaga setiap muslim adalah menjaga agamanya, apalagi tugas utama diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepadaNya. Cobalah kita membuka lembaran-lembaran Al Qur’an dan kita jumpai pada surat Adz Dzariyat ayat 56.

Allah Ta’ala berfirman :
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Esensi dari ayat tersebut yakni bahwa kita berkewajiban untuk menjaga agamaNya dengan baik. Menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.

2. Hifdzun Nafs (Menjaga Diri) :
Dengan tegas Alloh subhanahu wa ta’ala telah mengharamkan membunuh bahkan mengancam pelakunya dengan ancaman yang sangat tegas, kekal dalam Neraka Jahanam, mendapatkan murka dan laknat Alloh.

Allah ta’ala berfirman :
“Dan barang siapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahanam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An Nisa: 93)

Selain menjaga diri orang lain, dalam Islam juga diwajibkan menjaga dirinya sendiri.
Sebab badan dan nyawa ini bukan milik kita seutuhnya melainkan titipan, amanah, milik Allah sepenuhnya, kita wajib menjaganya.

Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda tentang penjagaan terhadap jiwa :
“Barangsiapa yang menjatuhkan dirinya dari gunung lalu dia membunuh dirinya (mati buruh diri), maka dia akan berada dalam Neraka Jahannam dalam keadaan melemparkan diri selama-lamanya”. [HR Imam Bukhari].

3. Hifdzun Nasl (Menjaga Keturunan) :
Umat Islam berkewajiban untuk menjaga keturunan yang jelas nasabnya.

Allah subhanahu wata’ala berfirman :
Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui [An-Nur/24:32 ].

Selain itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
Wahai para pemuda, barang siapa yang telah sanggup untuk menikah maka menikahlah, dan barang siapa belum mampu, hendaknya ia berpuasa, karena puasa itu sebagai perisai (HR. Bukhari & Muslim).

4. Hifdzun Mal (Menjaga Harta) :

Umat Islam diharuskan untuk memelihara hartanya melalui kasab atau usaha yang halal. Sehingga harta yang diperolehnya menjadi berkah dalam kehidupannya dan mendapat ridho dari Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :
“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan” [An-Nisâ‘/4 : 5]

Dalam syariatNya ini juga terdapat larangan untuk melakukan perbuatan pemborosan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Dan janganlah kamu menghambur- hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya”. [Al-Isrâ : 26-27]

5. Hifdzun Aql (Menjaga Akal) :
Umat Islam diharuskan menjaga akal yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga berwajiban untuk mencari ilmu dan pengetahuan untuk mendapatkan wawasan yang cukup sebagai bekal dalam mengarungi kehidupan dan terhindar dari godaan dunia.

Allâh Azza wa Jalla berfirman :
Dialah yang menjadikan kalian memiliki pendengaran, penglihatan, dan hati, supaya kalian bersyukur [an-Nahl/16:78]

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya :
Barangsiapa yang Allâh kehendaki kebaikan padanya, maka Dia akan dipahamkan dalam agamanya. [HR. Bukhâri, no. 69; Muslim, no.1719]

Semoga Allah Azza wa Jalla memberikan kemudahan kepada kaum Muslimin lainnya untuk memahaminya, sehingga semakin menambah dan mengokohkan keyakinan terhadap kebenaran din, agama yang haq ini. Aamiin Allahumma Aamiin. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.