Sabtu, 26 September 20

Lestari Moerdijat Minta Pemerintah Ambil Langkah Tepat Hadapi Resesi

Lestari Moerdijat Minta Pemerintah Ambil Langkah Tepat Hadapi Resesi
* Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (Foto: Fikar A/Obsesion Media Group)

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta pemerintah mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi di tengah pandemi Covid-19 yang penularannya terus meningkat di Tanah Air.

“Sejumlah pakar ekonomi memperkirakan resesi ekonomi sudah di depan mata. Bagaimana resesi ekonomi bisa diatasi, sangat bergantung pada ketepatan langkah yang diambil pemerintah,” tutur Lestari seperti dikutip obsessionnews.com dari dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/8/2020).

 

Baca juga:

Lestari Moerdijat Buktikan Kapabilitas Lewat Proses dan Belajar

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Sahabat Lestari Bagikan Masker

Tambah 1.922, Jumlah Positif Covid-19 di Indonesia Capai 115.056 Kasus

Ini Negara-negara Maju yang Masuk dalam Jurang Resesi

 

Di sisi lain, tegas Lestari, jumlah positif Covid-19 secara nasional saat ini terus bertambah. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada 4 Agustus 2020 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia 1.922 orang, sehingga total positif Covid-19 menjadi 115.056 kasus.

Meski begitu, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, tingkat kepatuhan masyarakat mematuhi protokol kesehatan untuk memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak saat ini sangat rendah.

“Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan dalam menghadapi wabah Covid-19 merupakan tantangan yang juga harus segera diatasi Pemerintah di tengah ancaman resesi ekonomi,” ujar Rerie.

Menurut legislator Partai NasDem ini, sejumlah program untuk mengantisipasi resesi ekonomi sebagai dampak Covid-19, seperti upaya memperkuat daya beli dan konsumsi masyarakat lewat program bantuan langsung tunai (BLT), bantuan modal kepada UMKM dan sejumlah program bantuan lainnya, sudah disiapkan Pemerintah.

Berdasarkan catatan sejumlah pakar ekonomi, dia mengungkapkan, dalam dua kuartal di tahun 2020 menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan.

Kontraksi terjadi pada kuartal I 2020 di level 2,97%, terkoreksi tajam sebesar 2% jika dibandingkan dengan kuartal 4 tahun 2019. Pada kuartal II 2020 pertumbuhan diprediksi minus 4,3%, dan pada kuartal III 2020, sejumlah pakar memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali minus.

“Pemerintah perlu terus menggerakkan konsumsi untuk menghindarkan Indonesia dari resesi yang lebih dalam,” tegas Rerie.

Salah satu stimulus untuk menggerakkan konsumsi, tambahnya, dengan memberikan bantuan langsung tunai kepada kelompok masyarakat yang tergolong rentan.

Selain itu, jelas Rerie, pemerintah harus mempercepat realisasi program pemulihan ekonomi nasional demi mengurangi dampak dari resesi. Terutama realisasi anggaran kesehatan, bantuan sosial, dan insentif untuk UMKM.

Secara umum Rerie mengatakan, masyarakat diminta berhemat, sebab tidak ada yang mengetahui akan berlangsung sampai kapan jika resesi terjadi.

“Kurangi belanja yang tidak sesuai kebutuhan dan fokus pada pangan serta kebutuhan kesehatan di masa pandemi ini. Jadi jangan ikut gaya hidup yang boros,” tandasnya. (Red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.