Rabu, 20 Oktober 21

Kutuk Keras Penyerangan terhadap Ustaz, Bamsoet: Jangan Memancing Umat Beragama Merasa Diadu Domba

Kutuk Keras Penyerangan terhadap Ustaz, Bamsoet: Jangan Memancing Umat Beragama Merasa Diadu Domba
* Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, yang akrab disapa Bamsoet. (Foto: Humas MPR RI)

Jakarta, obsessionnews.com Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, yang akrab disapa Bamsoet, menyebut kasus penyerangan yang menyasar tokoh agama dari umat Islam terus berulang dan ia mengutuk keras. Ia mendesak pemerintah dan aparat hukum tegas dalam mengungkapnya agar tidak terulang dan tidak memancing umat beragama merasa diadu domba.

Baca juga:

HNW Dorong Pembentukan Pansus DPR untuk Selidiki Teror Penyerangan terhadap Ulama

Tangkal Teroris Ridwan Kamil Gandeng Ribuan Ulama

Bamsoet menyatakan hal itu dalam respons tertulis yang disebarkan di grup media sosial wartawan, Jumat (25/9/2021).

Seperti diketahui, kasus terbaru terjadi penembakan terhadap seorang ustaz di Tangerang, Banten (19/9) dan sehari kemudian (20/9) terjadi penyerangan terhadap ustaz saat menyampaikan ceramah di sebuah masjid di Batam, Kepulauan Riau.

Untuk itu Bamsoet meminta aparat Kepolisian segera menindaklanjuti kejadian tersebut dengan mengusut tuntas secara hukum yang berlaku, siapa pun pelakunya dan apa pun motifnya.

“Hal ini guna menghilangkan prasangka serta kecurigaan publik yang negatif, sekaligus memberikan rasa aman bagi tokoh agama dalam menyampaikan tausiyahnya,” terang mantan Ketua DPR RI ini.

Ia juga meminta aparat kepolisian untuk dapat mengungkap kasus ini secara transparan, agar menciptakan rasa keadilan. mengingat kasus penyerangan terhadap tokoh agama/ulama selama ini selalu dikaitkan dengan kondisi kejiwaan pelaku.

“Untuk itu kasus penyerangan yang menyasar tokoh agama ini tentu tidak lepas dari sebab-akibat (conditio sine qua non),” tegasnya.

Di sisi lain ia juga berharap pemerintah dan aparat dapat memastikan agar peristiwa yang sama tidak terulang.

“Mengingat hal ini penting agar para tokoh agama, ulama, dai, termasuk tokoh agama lain mendapat kepastian keamanan ketika beribadah maupun ketika menyampaikan tausiyah, dan tidak memancing umat beragama merasa diadu domba,” ujarnya lagi.

Sedangkan kepada seluruh tokoh agama, para ulama, termasuk tokoh agama lain, ia menaruh harapan untuk menyampaikan kepada jemaahnya agar tidak terpancing emosi. Di samping menyampaikan pesan keagamaan yang ramah di tengah kemajemukan, kemanusiaan, kemajuan, dan keIndonesiaan. (rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.