Senin, 18 November 19

KPU Belum Beri Jawaban Gugatan Perbaikan Pemohon

KPU Belum Beri Jawaban Gugatan Perbaikan Pemohon
* Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. (Foto: Kapoy/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.comSidang perdana gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) masih terus bergulir. Sesuai jadwal, persidangan hari ini dengan agenda pembacaan materi gugatan dari pemohon.

 

Baca juga:

Pilpres 2019 Kemenangan Rakyat Indonesia

Multaqo Alim Ulama Sarankan Perlunya Rekonsiliasi Pasca Pilpres 2019

Lima Alasan Kemenangan Jokowi di Pilpres 2019

 

Pemohon dalam perkara ini adalah pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sementara, pihak termohon adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Adapun gugatan yang akan di jawab oleh termohon adalah gugatan awal tim hukum Prabowo-Sandi yang dilaporkan ke MK pada 24 Mei 2019, bukan gugatan yang perbaikan. Sebab KPU belum memberikan jawaban atas perbaikan permohonan gugatan yang baru Senin (10/6/2019) disampaikan kubu Prabowo ke MK.

KPU akan memberikan jawaban atas permohonan gugatan perbaikan tersebut hanya jika MK telah memutuskan untuk menerima perbaikan tersebut.

“Iya belum. Karena selama ini kan hanya mendengar saja bahwa ada perbaikan-perbaikan tentang hal ini, hal itu kan, itu sudah kita antisipasi. Tapi ini nanti akan disampaikan juga kepada majelis apakah memang itu dapat diterima atau tidak,” ujar Ketua KPU Arief Budiman saat dihubungi wartawan, Jumat (14/6).

Untuk diketahui, MK akan mulai menggelar sidang perdana gugatan hasil pemilu presiden pada Jumat (14/6). Sidang perdana ini merupakan pendahuluan dalam rangka memeriksa kejelasan permohonan dan memberikan nasihat kepada pemohon terkait gugatan yang diajukan. Pemeriksaan pendahuluan dilakukan oleh panel hakim yang terdiri dari paling sedikit tiga orang Hakim.

Pasca sidang pemeriksaan pendahuluan, pemohon diberikan kesempatan untuk memperbaiki permohonan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Selanjutnya, sidang pemeriksaan perkara akan dilakukan pada 17-21 Juni 2019. Sidang tersebut dengan agenda pemeriksaan saksi dan alat bukti.

Kemudian, hakim konstitusi akan menggelar rapat permusyawaratan hakim pada 24-27 Juni 2019. Tahap akhir berupa sidang pengucapan putusan akan disampaikan pada 28 Juni 2019. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.