Kamis, 6 Oktober 22

Adik Ipar Ani SBY: Kondisi Ekonomi RI Saat ini Terburuk

Adik Ipar Ani SBY: Kondisi Ekonomi RI Saat ini Terburuk
* Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto

Denpasar, Obsessionnews – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, dan mata uang asing lainnya, harga beras yang melambung tinggi, adalah sebagian potret buruknya tata kelola perekonomian dalam negeri. Tim Ekonomi Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentu harus turun tangan untuk mengatasi kondisi yang berkembang.

Pernyataan tersebut dikemukakan Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto yang juga adik ipar Ani Yudhoyono (istri SBY) ketika ditemui obsessionnews.com di Denpasar, Bali, Minggu (8/3).

Agus Hermanto mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini adalah yang paling buruk sepanjang sejarah, utamanya ketika memasuki era reformasi. “Tim Ekonomi Jokowi harus bekerja keras, kalau perlu siang malam terus bekerja dan mengevaluasi kondisi yang berkembang,” ungkap Politisi Partai Demokrat ini.

Ia pun menyindir gaya blusukan Jokowi yang ternyata tidak dapat menyelesaikan permasalahan ekonomi. Berbagai langkah salah satunya meminta masukan dari sejumlah pakar dan pelaku, agar dapat segera menyelesaikan masalah yang terjadi.

Khusus beras, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat tersebut salut dengan sikap pemerintah yang menolak keras kebijakan impor beras dari negara lain. Namun, keputusan itu hendaknya juga diukur dari kemampuan dalam negeri Indonesia. “Memang kebijakan itu bagus, namun kekuatan beras kita juga harus ditingkatkan,” tandas Agus.

Dia menganggap kondisi ini merupakan pekerjaan rumah bagi semua pihak, baik presiden, legislatif, maupun media massa. Seluruh pihak diminta memberikan solusi atas permasalahan ekonomi Indonesia. Ia pun menilai, Jokowi juga hendaknya meminta masukan dari Presiden pendahulu, termasuk Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Kalau perlu Pak Jokowi berkonsultasi dengan Pak SBY tentang kiat menjaga ketahanan ekonomi dan pangan dalam negeri. Bagaimanapun juga di zaman Pak SBY kondisi perekonomian Indonesia sangat diperhitungkan dan dipandang yang terkuat di kawasan Asia Tenggara,” tuturnya.

Sebelumnya di tempat terpisah, Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengingatkan agar rupiah jangan sampai level Rp15 ribu. Politisi PAN ini meminta Pemerintah diminta‎ cepat mengantisipasi melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Apalagi kini menembus Rp13 ribu per dollar Amerika Serikat.

“Katakanlan ini bisa kita lihat tren rupiah di tahun 1998. Pada saat 1998 juga Rp13 ribu, jangan sampai lebih dari Rp15 ribu, waduh bahaya itu. Kadang-kadang kita menganggap biasa, nanti lama-lama menjadi shock pasar. Jangan sampai terjadi rush (kepanikan besar-besaran) ini yang bahaya,” kata Taufik di Gedung DPR, Jumat (6/3).

Ia menilai, meski Gubernur BI telah menyampaikan s‎tabilitas dari nilai rupiah tetapi perlu diwaspadai semua pihak untuk mencegah fluktuasi rupiah menimbulkan krisis eknomoni baru.
“Kita harapkan pada semua kementerian ekonomi atau keuangan yang ada mewaspadai gejolak fluktuasi Rupiah. Karena sungguhpun ini terkait eksternal tapi kok yang paling rendah rupiah,” tuturnya. (DQOETOMO)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.