Senin, 3 Oktober 22

Ketua Komisi I DPR Dukung Kemenlu RI Kecam Israel Soal Masjid Al-Aqsa

Jakarta, Obsessionnews.com –  Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mendukung penuh dan mengapresiasi  langkah yang diambil Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI yang mengecam keras segala upaya yang dilakukan Israel terhadap situs Masjid Al-Aqsa, dan juga segala daya upaya diplomasi Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi hingga hari ini dan ke depannya.

“Ibu Menlu sudah berkomunikasi dengan Menlu Yordania sebagai pengampu Masjid Al-Aqsa, Menlu Turki dan Amerika Serikat sebagai negara sahabat yang punya hubungan diplomatik dengan Israel agar menekan dan menyampaikan protes keras kita kepada Israel serta Menlu Palestina dan  Sekjen OKI, bahwa Indonesia mengutuk keras dan mengecam semua langkah kekerasan dan pembunuhan terhadap  warga Palestina dan Al-Aqsa,”  tegas Kharis dalam keterangan tertulis , Rabu (26/7/2017), menanggapi langkah yang diambil Kemenlu RI.

Kharis juga mengamini dan mendukung segala sikap Kemenlu RI terhadap Palestina. Dalam setiap rapat dengan Komisi I di DPR RI Retno Marsudi ketika berbicara terkait Palestina selalu membawa upaya kemerdekaan Palestina dalam misi diplomatik Kemenlu. Dan setiap ada kesempatan dengan negara sahabat selalu mendorong untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

“Dalam Pembukaan UUD 45 jelas sekali amanat konstitusi kita menyatakan dan menegaskan, bahwa Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Karena itu soal Palestina bukan sekadar isu agama, tapi Indonesia melihatnya sebagai isu kemerdekaan, kemerdekaan Palestina,” jelas politisi PKS  yang berasal dari Solo, Jawa Tengah,  ini.

Kharis menambahkan, dia juga mengapresiasi Wakil Tetap/Dubes RI untuk PBB Dian Triansjah Djani yang melobi Dewan Keamanan PBB guna membahas  tindakan Israel yang sewenang-wenang menutup Masjid Al-Aqsa yang melanggar HAM dan kebebasan beragama.

Saat ini Israel sudah mencabut metal detector,  tetapi masih memasang CCTV dan belum menyatakan mencabut pembatasan ibadah. Dan tidak ada jaminan Israel tidak akan mengulangi kejahatannya terhadap Masjid Al-Aqsa.

Oleh karena itu, kata Kharis, langkah Israel yang berupaya mengontrol Masjid Al-Aqsa dengan kekerasan dan upaya licik lainnya seperti pemasangan CCTV dengan dalih yang dibuat-buat adalah langkah yang tidak dibenarkan.

“Perlu ada langkah perlindungan internasional terhadap Masjid Al-Aqsa agar kembali sebelum kejadian 14 Juni di bawah pengelolaan pemerintah Yordania dan Palestina. Semua upaya Israel terhadap Al-Aqsa harus dibongkar dan dihancurkan,”  tandas  Kharis.

Seperti diberitakan beberapa media sebelumnya, dalam statemen yang dikeluarkan usai rapat Kabinet Israel, diputuskan bahwa mereka akan bertindak sesuai rekomendasi badan-badan keamanan untuk mengganti metal detector dengan alat-alat “pemeriksaan cerdas” yang tidak begitu menonjol. Disebutkan Kabinet Israel bahwa pemerintah telah mengalokasikan 100 juta shekel (sekitar US$ 28 juta) untuk peralatan tersebut dan untuk tambahan aparat polisi..

“Sikap politik luar negeri kita soal Palestina sudah dijelaskan oleh Ibu Retno serta jelas dan jernih sekali, Palestina ada di jantungnya politik luar negeri Indonesia. Dan di setiap helaan napas politik luar negeri Indonesia, di situ ada Palestina,” pungkas Kharis. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.