Rabu, 3 Juni 20

Kemensos Segera Salurkan Santunan untuk Korban Kapal Tenggelam

Kemensos Segera Salurkan Santunan untuk Korban Kapal Tenggelam
* Menteri Sosial Idrus Marham mengunjungi tenda Posko Terpadu Bencana di Pelabuhan Tiga Ras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (24/6/2018). (Foto: Humas Kemensos)

Jakarta, Obsessionnews.com  –  Kementerian Sosial  (Kemensos) akan segera menyalurkan santunan korban meninggal  akibat tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Untuk keperluan itu, Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham  sudah menjalin komitmen dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun.

“Saya sudah minta Pak Bupati untuk menerbitkan Surat Keputusan (SK)  yang memuat daftar identitas para korban insiden tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba, baik yang sudah maupun belum ditemukan. Segera setelah itu santunan segera disalurkan,” kata Idrus di Jakarta, Senin (25/6/2018).

Mensos mengimbau semua pihak untuk tidak memperdebatkan soal manifes kapal. Sebab, sudah jelas KM Sinar Bangun dengan kapasitas 60 orang penumpang, ternyata memuat 204 orang.

“Muatannya melebihi tiga kali lipat. Ini jelas pelanggaran,” tandasnya.

Maka untuk menyalurkan santunan, Mensos akan mendasarkan pada SK Bupati tadi.

“SK itu diperlukan agar bantuan santunan dari pemerintah bisa segera diberikan kepada pihak keluarga korban. Ini kan sudah ada tanda-tanda deteksi terhadap logam di dasar danau. Mudah-mudahan ini adalah kapal itu,” tuturnya.

Menteri Sosial Idrus  Marham dan jajaran Kementerian Sosial (Kemensos ) mengunjungi lokasi kejadian tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (24/6/2018). (Foto: Humas Kemensos)

Idrus  dan jajaran Kemensos  mengunjungi lokasi kejadian, Minggu (24/6). Tak lupa Idrus mengunjungi keluarga korban di tenda Posko Terpadu Bencana di Pelabuhan Tiga Ras, Kabupaten Simalungun.

Di Jakarta, Senin (25/6), Idrus mengulang pernyataannya tentang lima pesan Presiden Joko Widodo  (Jokowi) kepada masyarakat Simalungun. Pertama, Idrus memastikan ada upaya maksimal dalam upaya pencarian korban yang masih belum ditemukan.

“Bukti keseriusan pemerintah adalah didatangkannya alat yang bisa mendeteksi logam sedalam 2.000 meter. Dengan alat deteksi ini, sudah mulai ada tanda-tanda terdeteksi logam di dasar danau. Kemungkinan logam itu kapal memang masih perlu analisis lebih dalam,” katanya.

Kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di sekitar Danau Toba, Idrus  menyampaikan lima pesan Presiden. Selain keseriusan pemerintah menangani masalah ini, Idrus juga memastikan menangani semua pihak yang terdampak insiden ini.

 

“Keluarga dari korban yang meninggal atau yang belum ditemukan juga harus diperhatikan makannya. Maka, Tagana membangun dapur umum. Bahkan Kemensos juga membantu mobil dapur umum yang kita serahkan kepada Pak Bupati,” tegasnya.

Yang ketiga, Idrus  juga menyalurkan bantuan kepada korban kapal tenggelam. Bagi ahli waris dari korban meninggal, Mensos menyerahkan santunan Rp15 juta, dan korban luka Rp2,5 juta.

“Bahkan 18 korban yang selamat juga kita bantu,” ujarnya.

Oleh karena itu, pesan keempat, Idrus mendesak agar ada pemeriksaan sejauh mana perusahaan pelayaran di sekitar Danau Toba patuh terhadap aturan.

“Bagi yang melanggar regulasi, agar dicabut izin operasionalnya,” tegasnya.

Yang kelima, harus diakui sudah ada pembangunan infrastruktur yang mendukung wisata Danau Toba. Keberhasilan pembangunan infrastruktur ini meningkatkan kunjungan ke Toba.

“Tingginya kunjungan juga mendorong penataan lebih baik lagi terhadap sarana prasarana di sana,” katanya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.