Minggu, 4 Desember 22

Kemenparekraf Siap Dampingi Mahasiswa ISI Yogyakarta Kembangkan Seni sebagai Atraksi Wisata Budaya

Kemenparekraf Siap Dampingi Mahasiswa ISI Yogyakarta Kembangkan Seni sebagai Atraksi Wisata Budaya
* Direktur Pengembangan Destinasi I Kemenparekraf/Baparekraf Wawan Gunawan. (Foto: Kemenparekraf)

Onsessionnews.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendorong mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta untuk dapat mengembangkan seni sebagai atraksi wisata budaya sehingga berdampak positif terhadap pembangunan dan membuka peluang lapangan kerja.

Direktur Pengembangan Destinasi I Kemenparekraf/Baparekraf Wawan Gunawan mengatakan, Kemenparekraf/Baparekraf siap memberikan pendampingan dan pelatihan yang dibutuhkan para mahasiswa dalam mengembangkan seni sebagai atraksi wisata budaya dengan mengedepankan pilar adaptasi, inovasi, dan kolaborasi.

Baca juga: DPR RI Setujui Pagu Anggaran Sementara Kemenparekraf Tahun 2023 Rp3,3 Triliun

“Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif siap mendorong dan mendampingi ISI Yogyakarta untuk mengembangkan seni sebagai atraksi wisata budaya agar ke depan menjadi lebih baik,” ujar Wawan dalam keterangan tertulisnya, Selasa )4/10/2022).

Selain itu, mahasiswa juga harus dapat mengembangkan seni sehingga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya sehingga memberikan manfaat ekonomi dan nilai tambah kepada masyarakat lokal.

Ragam seni yang ada Indonesia memiliki potensi yang besar untuk bisa dikembangkan sebagai atraksi wisata budaya. Hal ini selaras dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Baca juga: Kemenparekraf Kolaborasi dengan BEI Ajak Pelaku Parekraf Tangsel ‘Go Public’

Menurut Wawan, ada tiga isu strategis dalam mengembangkan seni sebagai atraksi wisata budaya. Yaitu kebudayaan sebagai daya tarik wisata, membaca tradisi dengan cara modern, serta pemahaman bahwa budaya semakin dilestarikan semakin menyejahterakan.

Wawan yang juga dikenal sebagai seorang maestro Dalang Wayang Ajen ini mengatakan, ada semangat 7 nilai yang dapat diimplementasikan dalam pengemasan seni sebagai atraksi wisata budaya. Yaitu nilai spiritual, nilai budaya, nilai kreatif, nilai ekonomi, nilai komunikasi, nilai komitmen, dan nilai kontinyu atau berkelanjutan.

“Selain itu ada 5W Wiraga, Wirasa, Wirahma, Wirupa, Wiwaha dan 4R Raga, Rasa, Rasio, dan Ruh yang harus diimplementasikan untuk membuat seni menjadi atraksi wisata budaya,” kata Wawan.

Baca juga: Kemenparekraf Dorong Peningkatan Kualitas Karya Sineas Film Dokumenter lewat Docs By The Sea 2022

Sebagai seorang praktisi atraksi wisata budaya, nilai-nilai ini dikatakannya sudah diterapkan dalam Wayang Ajen di berbagai kesempatannya tampil di event-event nasional maupun internasional.

“Sejalan dengan arah pandang Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, kunci keberhasilan dalam pengembangan atraksi wisata budaya yaitu melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan semangat Gercep, Geber, dan Gaspol,” kata Wawan.

Wawan berpesan pada mahasiswa agar tantangan dan hambatan tidak dijadikan sebagai hal yang menakutkan. Sebaliknya, tantangan dan hambatan merupakan sebuah peluang.

“Semuanya bisa menjadi peluang. Jika kita bijaksana menyikapi sebuah tantangan dan hambatan dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Bagaimana mengemas seni teater bisa menjadi atraksi wisata budaya. Saya kira potensi seni teater luar biasa,” ucap Wawan. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.