Senin, 4 Juli 22

Kemenparekraf Dorong Perkembangan Desa Air Madidi Bawah Jadi Desa Wisata Unggulan

Kemenparekraf Dorong Perkembangan Desa Air Madidi Bawah Jadi Desa Wisata Unggulan
* Acara bimbingan teknis pengembangan Desa Air Madidi Bawah yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. (Foto: Kemenparekraf)

Obsessionnews.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), mendorong pengembangan Desa Air Madidi Bawah yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, agar menjadi desa wisata unggulan di Kawasan Destinasi Super Prioritas Likupang.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu mengatakan, pihaknya memperkenalkan dan meningkatkan sinergi stakeholder dalam pengembangan destinasi pariwisata dan menyosialisasikan kebijakan pengembangan destinasi pariwisata di desa wisata serta menyosialisasikan pengelolaan desa wisata.

Baca juga: Kemenparekraf Telah Susun Kebijakan Pariwisata Halal

“Banyak Potensi Desa Wisata Airmadidi Bawah yang bisa dikembangkan seperti Tumatenden, Kolam Mata Air Bidadari, dan Taman Purbakala Waruga,” kata Vinsensius dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/6/2022).

Sehingga, Vinsensius menilai potensi yang ada di Desa Wisata Airmadidi Bawah ini perlu dikembangkan lebih lanjut.

Hal serupa diamini oleh Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf/Baparekraf, Wawan Gunawan.

Wawan menambahkan pengembangan Desa Wisata Airmadidi Bawah memerlukan sinergi dari stakeholder terkait. “Melalui sinergitas pengembangan desa wisata berbasis inovasi, adaptasi, dan kolaborasi program-program dari Kementerian atau Lembaga lain bisa menciptakan destinasi yang berkualitas, terintegrasi, dan berkelanjutan,” kata Wawan.

Baca juga: Kemenparekraf Dukung Formula E untuk Bangkitkan Ekonomi Parekraf DKI Jakarta

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI, Adriana Charlotte Dondokambey, mengungkapkan perkembangan sektor pariwisata di Indonesia beberapa tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang cukup tajam dan signifikan. Namun pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini menjadikan sektor pariwisata terdampak, dari sisi penurunan jumlah wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara selama beberapa waktu.

Dengan adanya pola kebiasaan baru saat ini, perlu ada tatanan baru dalam skema pariwisata sehingga dapat meningkatkan semangat baru pada sektor pariwisata. Kebutuhan wisata dalam hal desa wisata dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

“Melalui pengembangan desa wisata ini, diharapkan bisa memotivasi pemerintah desa dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk dapat mengembangkan desa-desa wisata baru sebagai pengungkit perekonomian desa dan daerah. Di mana pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Adriana. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.