Kamis, 13 Agustus 20

Kemenparekraf Bekali 200 Pramuwisata Pelatihan Pemandu Wisata City Tour

Kemenparekraf Bekali 200 Pramuwisata Pelatihan Pemandu Wisata City Tour
* Salah satu destinasi wisata di Indonesia. (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) membekali 200 pramuwisata dengan Pelatihan Daring Pemandu Wisata City Tour yang digelar pada 7-27 Juli 2020.

Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata (PSDMP) Wisnu Bawa Tarunajaya mengatakan, sebagai sektor unggulan, pariwisata menjadi salah satu bidang yang terdampak signifikan oleh pandemi Covid-19.

Baca juga: Pelaku Pariwisata Pegang Peran Penting Kembalikan Kepercayaan Wisatawan untuk Berkunjung

Menanggapi hal tersebut, Kemenparekraf berupaya mengembangkan nature tourism dengan meningkatkan kompetensi pramuwisata di Indonesia. Menurutnya Pramuwisata merupakan garda terdepan dalam mempengaruhi citra pariwisata yang positif.

“Sehingga perlu kompetensi dasar yang perlu dimiliki oleh pemandu wisata untuk tetap melangkah maju menghadapi tantangan di era normal baru,” kata Wisnu dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/7/2020).

Baca juga: Kemenparekraf Minta Pelaku Pariwisata Manfaatkan Kebijakan Pemerintah

Dia menjelaskan, penting bagi pemerintah untuk membangun harmonisasi yang kuat dengan pelaku pariwisata melalui upskilling dan reskilling sebagai antisipasi dan pembekalan bagi
para pramuwisata setelah pandemi berakhir.

Kegiatan pelatihan daring Pemandu Wisata City Tour terdiri dari 5 batch, dimana masing masing batch terdiri dari 40 peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Mereka berasal dari Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Baca juga: Kemenparekraf Siapkan Langkah Pemulihan Sambut Normal Baru di Sektor Pariwisata

Syarat untuk mengikuti pelatihan ini diantaranya peserta merupakan pramuwisata HPI, pramuwisata lokal yang ada di destinasi atau daya tarik yang selama ini operasionalnya sudah tutup, usia minimal 20 tahun, dan bersedia mengikuti pelatihan sampai selesai.

Metode pelatihan daring ini meliputi teori, praktik, dan penugasan. Nantinya di akhir pembelajaran peserta diharapkan mampu menyusun tugas yang diberikan oleh narasumber. Setelah kegiatan berakhir peserta yang dinyatakan berhasil akan mendapat sertifikat dari Kemenparekraf. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.