Selasa, 18 Juni 19

Kemenpar Rangkul Anak Muda Promosikan Wisata Kuliner Melalui Millenial Tourism Corner

Kemenpar Rangkul Anak Muda Promosikan Wisata Kuliner Melalui Millenial Tourism Corner
* Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak anak-anak muda untuk mempromosikan destinasi-destinasi wisata kuliner yang ada di daerahnya masing-masing melalui program Millenial Tourism Corner. (Foto: Kemenpar)

Bandung, Obsessionnews.com – Sektor pariwisata merupakan satu program unggulan pemerintahan Jokowi. Sebab, pariwisata berpotensi meraup devisa sebesar-besarnya.

Untuk memperoleh devisa yang gede tersebut pemerintah menargetkan kunjungan sebanyak 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2019. Untuk itulah pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) super aktif mempromosikan berbagai destinasi wisata, event-event kesenian, kebudayaan, kuliner, olah raga, dan lain sebagainya.

Gebrakan lain yang dilakukan Kemenpar adalah merangkul kaum milenial untuk membantu mempromosikan pariwisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak anak-anak muda untuk mempromosikan destinasi-destinasi wisata kuliner yang ada di daerahnya masing-masing melalui program Millenial Tourism Corner.

 

Baca juga: Jabar Potensial Jadi Destinasi Wisata Terbaik di Indonesia

 

Dalam acara Millennial Tourism Corner di Upnormal Coffee Roster Cihampelas 96, Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/5/2019), Arief mengatakan, Kemenpar memiliki berbagai strategi untuk memajukan wisata kuliner Indonesia. Di antaranya dengan menetapkan destinasi wisata kuliner unggulan di Indonesia, antara lain Bali dan Bandung.

“Portofolio bisnis pariwisata kita, 60 persen orang datang karena faktor budaya. Dari 60 persen itu, 45 persen uangnya digunakan untuk kuliner dan belanja. Karena itu, mencicipi masakan Indonesia itu bisa menjadi teaser atau promosi pembuka sebelum mereka terbang ke Indonesia. Dan para milenial harus mempromosikannnya,” ujar Arief.

Dikutip obsessionnews.com dari rilis Kemenpar kemarin, Jumat (24/5), Arief mengungkapkan, rata-rata pengeluaran wisman untuk keperluan makan dan minum sebesar 400 dolar AS atau mencapai 30 persen dari total pengeluarannya sebesar 1.200 dolar AS perwisman dalam satu kali kunjungan. Terlebih dampak wisata kuliner terhadap perekonomian (PDB) nasional, pada 2016 sudah mencapai Rp150 triliun.

“Tren preferensi kuliner lokal ini juga tercermin pada data terbaru yang dikeluarkan oleh BPS dan Bekraf yang menunjukkan PDB ekonomi kreatif Indonesia pada 2016 adalah sebesar Rp923 triliun atau 7,4 persen dari total PDB negara,” tandasnya.

Tidak Hanya Menjadi Penikmat Pariwisata

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Millennial Tourism Kemenpar Gabriella Patricia Mandolang mengatakan, Millennial Tourism Corner adalah sebuah program unggulan yang digagas oleh timnya. Ini sebagai sarana pendorong minat generasi milenial untuk terlibat dalam industri pariwisata.

“Saya berharap kita tidak hanya menjadi penikmat pariwisata Indonesia. Tetapi juga memanfaatkan semua peluang yang ada dalam ekosistem pariwisata dan menjadi bagian di dalamnya,” tandas Gabriella.

Ia juga menjelaskan, kegiatan Millenial Tourism Corner diselenggarakan di beberapa kota besar di Indonesia, dengan konsep Road and Talkshow. Nantinya konsep akan mengangkat tema berbeda di setiap kota, berdasarkan potensi sektor pariwisata di daerah tersebut.

“Untuk di Bandung kami mengangkat tema, ‘Jalan Makan Jalan’. Karena Bandung memiliki potensi kuliner yang besar dan banyak yang menyebut bahwa Bandung merupakan surga kuliner. Mau makan apa saja ada di Bandung,” tegasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.