Rabu, 30 September 20

Kemenkop Sebut Koperasi Harus Jadi Wadah Inspirasi Anggotanya

Kemenkop Sebut Koperasi Harus Jadi Wadah Inspirasi Anggotanya
* Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Rully Indrawan. (Foto: dok Kemenkop UKM)

Bandung, Obsessionnews.com – Koperasi Zaman Now dituntut mampu menjadi wadah inspirasi kreatifitas bagi anggotanya dan dalam operasionalnya bisa menerapkan digital cooperative.

“Hal itu sesuai dengan karakteristik millenial dimana cirinya antara lain cepat dan tepat dalam mengambil keputusan, tak terbatas ruang dan waktu, dan suka hubungan sosial,” kata Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Rully Indrawan dalam siaran pers, Minggu (27/1/2019).

Rully mengatakan zaman now ditandai dengan lingkungan strategis bisnis dan kehidupan yang  berubah secara fundamental (disruption) karena ditemukannya berbagai pengetahuan dan teknologi baru.

Keberadaan koperasi secara makro merupakan bentuk strategi kebudayaan, sedang dari sisi mikro  menjadi upaya kolektif  dalam memperkuat daya saing UMKM. Dikaitkan dengan zaman sekarang, maka  karaktetistik koperasi zaman Now ada dua yaitu wadah inspirasi kreatifitas dan digital cooperative.

“Artinya koperasi harus mampu memberikan  ruang bagi anak muda yang ingin berekpresi, menunjukan kreativitas, produktifitas dan jiwa kewirausahaan dalam kerangka kebersamaan dan ekonomi berbagi,” jelasnya.

Selain itu koperasi juga harus dapat memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan bisnisnya  dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pelayanan kepada anggota.

Hal ini sesuai dengan prinsip koperasi yang menempatkan manusia sebagai modal sosial yang potensial untuk dikembangkan menjadi kekuatan kolektif, efisien dan produktif dalam rangka mencapai kesejahteraan bersama.

Lebih lanjut Rully menjelaskan ada setidaknya tiga kelompok potensial zaman now yang bisa didorong untuk membentuk koperasi yaitu youth, women dan netizen.

“Melakukan rebranding koperasi bagi youth/generasi millenial misalnya,  koperasi diposisikan sebagai wadah berkumpulnya orang-orang yang memiliki kesamaan kepentingan sehingga dapat menjadi co working place bagi generasi muda millenial dimana terjadi sharing economy antara anggotanya secara langsung,” jelas Rully

Untuk Women, koperasi bisa menciptakan efisiensi kolektif diantara anggota sehingga kebutuhan yang sama diantara wanita dapat dipenuhi dengan lebih murah cepat dan berkualitas. Contohnya kopwan adalah member-based association.

Ketiga, rebranding terhadap netizen, dimana koperasi memiliki potensi menjadi crowd business, sehingga adaptasi teknologi informasi dapat menjadi efektif untuk menjangkau captive market dimana market disini adalah anggota yang menjadi pelanggan sekaligus pemilik. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.