Selasa, 29 September 20

Kemenkop Gratiskan Pendaftaran Hak Cipta dan Merek Bagi UKM Batik

Kemenkop Gratiskan Pendaftaran Hak Cipta dan Merek Bagi UKM Batik
* Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram, membuka pameran Batik & Crafts yang digelar Indonesian Small Medium Enterprises Association (ISMEA) di Bekasi, Senin (2/10/2017).

Bekasi, Obsessionnews.com – Kementerian Koperasi dan UKM siap memfasilitasi pendaftaran hak cipta, merek, sampai akta koperasi secara gratis bagi kelompok usaha batik yang mau mendirikan koperasi, guna mendukung tumbuh kembangnya industri batik.

Tidak hanya itu, Kemenkop UKM juga menghimbau masyarakat untuk membeli batik sebagai wujud komitmen dan tanggungjawab melestarikan warisan budaya yang diakui badan PBB, UNESCO pada 2 Oktober 2009 itu.

“Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober ini, tak cukup dengan hanya mencintai produk dalam negeri saja khususnya batik,” kata Sekretaris Kemenkop UKM Agus Muharram, usai membuka pameran Batik & Crafts yang digelar Indonesian Small Medium Enterprises Association (ISMEA) di Bekasi, Senin (2/10/2017).

Agus menjelaskan, batik (tulis dan cap) sebagai warisan leluhur, awalnya berkembang dari pesisir utara Jawa, lalu menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, yang motifnya disesuaikan dengan budaya setempat.

Kemenkop dan UKM sendiri berupaya melestarikan warisan leluhur itu dengan cara antara lain menyediakan galeri batik di SMESCO dimana ragam batik dari seluruh Nusantara, ada dan dijual ke masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum ISMEA Endang Rudiatin mengatakan event ini merupakan ajang pertemuan produsen dan konsumen batik untuk lebih mengenal batik. Tujuannya agar muncul kebanggaan akan batik sebagai warisan seni dan budaya.

“Sekarang ini masyarakat baru memiliki kesenangan, dan kebiasaan, belum sampai pada tahap kebanggaan dalam mengenakan busana batik,” katanya.

Pameran produk batik & crafts ini diikuti 24 peserta yang menyajikan berbagai ragam dan motif batik dari Ngawi, Lasem, Cirebon Lamongan, Bekasi, Tangerang dan Yogyakarta.

Sementara itu Junaidi, staf ahli Walikota Bekasi mengatakan, pemkot Bekasi sudah mengeluarkan peraturan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pelajar di Bekasi, untuk menggunakan batik pada saat tertentu.

“Di Bekasi, batik yang dikembangkan ada lima kategori yaitu batik flora, fauna, sejarah, budaya dan batik terang. Pemkot sudah menyiapkan 12 motif untuk keperluan itu,” tukas dia.

Pihaknya juga menyiapkan sentra-sentra batik Bekasi, yang nantinya menjadi pusat industri dan penjualan batik di Bekasi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.