Rabu, 20 Oktober 21

Kemarau Panjang, Warga Bandung Diminta Jangan Boros Air

Kemarau Panjang, Warga Bandung Diminta Jangan Boros Air

Bandung, Obsessionnews – Kemarau panjang, warga kota Bandung diharapkan jangan boros air. Demikian ditandaskan Direktur Air Minum (Diram)PDAM Tirtawening kota Bandung Rahmawati, Rabu (29/7). Kendati debit air PDAM Tirtawening kota Bandung masih normal, namun dampak kemarau ini membuat mata air dan sumur bor di Kota Bandung turun hingga 20 Persen.

Menurutnya, untuk debit air PDAM masih aman karena mengandalkan turbin dari PLN diantaranya dari danau Cileunca Pangalengan dan air sungai Cipanjalu Ujungberung Bandung Timur, meskipun di sungai tersebut juga masih harus berbagi dengan para petani di wilayah tersebut, sementara pasokan dari Bandung Utara dirasakan masih normal 2400 lt/detik.

“Jumlah itu totalnya untuk distribusi kepada 153 ribu pelanggan di kota Bandung, baik wilayah Utara, Timur, Selatan, Tengah dan Barat, namun untuk wilayah Barat sendiri debit air agak kecil,” ujarnya.

Rahmawati menjelaskan yang paling parah mengalami dampak cukup besar terhadap menurunnya mata air dan sumur bor ini adalah Kabupaten Bandung Barat yang banyak pabrik dan daerah kawasan industri.

Untuk wilayah kota Bandung menurut Rahmawati terutama bagi pelanggan yang mengalami kesulitan air, pihaknya menyarankan agar pihak RT dan RW setempat mengajukan ke PDAM distribusi untuk dikirim tanki air secara gratis, sehingga masyarakat tidak akan mengalami kesulitan air.

Ditambahkannya, turbin PLN yang dapat memberikan suplai air sebanyak 2 Mega Watt cukup membantu bagi ketersediaan air di PDAM walaupun harus mengalami giliran untuk dapat memasok air ke beberapa wilayah di kota Bandung.

Pihak PDAM juga berharap agar para pelanggan air tidak menghambur-hamburkan air serta tidak menyiram tanaman dengan air PDAM karena mengadung kaporit dan tidak baik  untuk tanaman.

“Ya janganlah kalau air PDAM digunakan untuk cuci mobil, cukup di lap aja begitupun untuk menyiram tanaman akan jelek hasilnya, kan ada clorinnya atau akaporit,” tandas Rahmawati. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.