Rabu, 8 Februari 23

Keluarga Korban Sandera Abu Sayyaf Pasrah

Keluarga Korban Sandera Abu Sayyaf Pasrah
* Peter Tonsen Barahama, nakhoda Kapal Anand 12 asal Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf..

Batam, Obsessionnews Batas akhir yang diberikan oleh kelompok Abu Sayyaf yang menyandera sepuluh nahkoda Kapal Anand 12 asal Indonesia adalah besok, Jumat, (8/4/2016). Keluarga Peter Tonsen Barahama, warga Kota Batam, Kepulauan Riau, yang menjadi nahkoda di kapal tersebut, mengaku pasrah menghadapi batas waktu yang tinggal menghitung jam ini.

Kris Ishak, salah seorang keluarga Peter mengaku menyerahkan semua urusan tentang pembebasan korban kepada pemerintah Indonesia. “Kita di sini sudah pasrah, tak bisa berbuat apa-apa lagi. Apa yang akan terjadi besok terjadilah,” ujar Kris kepada wartawan di Batam, Kamis (7/4/2016).

Kris mengakui keluarga korbandi Batam dan di kampung halamannya, Sanghie, Sulawesi Utara, sangat mengkhawatirkan keadaan Peter dan teman-temannya yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

Ia menuturkan, orang tua Peter, yakni Charlos Barahama dan Sipipce Selemburug, dan kakak Peter, Samsared Barahama, terus melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan terkait perkembangan kasus tersebut.

“Waktu itu Peter sempat menghubungi perusahaanya dan memberitahukan kabarnya, dan saat itu juga pihak penyanderaan minta uang tebusan sebesar Rp 14,3 miliar atau sebesar 50 juta Pesoi,” ujar Kris. (Indah, @indahSih)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.