Minggu, 3 Maret 24

Kapolda Papua Barat: Situasi Kamtibmas Menjelang Pemilu 2024 Masih Kondusif

Kapolda Papua Barat: Situasi Kamtibmas Menjelang Pemilu 2024 Masih Kondusif
* Kapolda Papua Barat Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir saat konferensi pers di Manokwari. (Foto: ANTARA/Fransiskus Salu Weking)

Obsessionnews.com – Kapolda Papua Barat Irjen Pol Johnny Eddizon Isir memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tujuh kabupaten di provinsi Papua Barat masih dalam kondisi yang terkendali menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari 2024.

Kabupaten-kabupaten yang dimaksud adalah Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, dan Fakfak.

Baca juga: Kapolda Papua Barat: Situasi Kamtibmas Menjelang Pemilu 2024 Masih Kondusif

“Situasi kamtibmas masih dalam keadaan terkendali,” ujar Johnny dalam keterangannya di Manokwari, Rabu (7/2/2024).

Menurutnya, stabilitas keamanan wilayah tercermin dari berbagai aktivitas masyarakat dan kegiatan pemerintahan yang berjalan normal seperti biasanya. Polisi terus memantau perkembangan situasi di daerah, terutama menjelang pelaksanaan Pemilu.

“Kegiatan baik di bidang ekonomi, sosial, politik, keagamaan, semuanya berjalan normal,” tambahnya.

Johnny menegaskan, keterpaduan dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan di Papua Barat menjadi faktor penting dalam mengedukasi dan memastikan kamtibmas yang kondusif. Kepolisian juga telah menggerakkan personel Bhayangkara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtibmas) untuk meningkatkan komunikasi sosial dengan masyarakat.

“Pilihan boleh berbeda, tapi jangan sampai terjadi perpecahan. Sejauh ini, relatif aman,” jelas Johnny.

Baca juga: Panglima Kodam IX/Udayana Pastikan 10.576 Personel TNI Siap Amankan Pemilu 2024

Sementara itu, Kepala Suku Besar Arfak Dominggus Mandacan menegaskan, stabilitas keamanan wilayah menjelang Pemilu 2024 merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat di Papua Barat. Dia mengajak semua pihak, termasuk tokoh adat, agama, pemuda, dan masyarakat asli Papua serta nusantara, untuk mendukung pelaksanaan pemilu yang damai.

“Semua komponen harus mendukung penyelenggaraan pemilu supaya pesta demokrasi berjalan dengan baik,” ujar Dominggus.

Dominggus juga mengajak masyarakat Papua Barat yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk menggunakan hak suaranya pada 14 Februari 2024. Penggunaan hak pilih tersebut diharapkan dapat menentukan arah dan masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk lima tahun ke depan. (Antara/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.