Senin, 30 Januari 23

Kabur, Eks Presiden Sri Lanka Cuma Boleh 15 Hari di Singapura

Kabur, Eks Presiden Sri Lanka Cuma Boleh 15 Hari di Singapura
* Mantan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa. (AP/CNN)

Singapura dilaporkan hanya mengizinkan mantan Presiden Sri Lanka yang kabur, Gotabaya Rajapaksa, tinggal selama 15 hari di negara tersebut.

Sumber mengatakan kepada CNN-News 18 bahwa pemerintah Singapura hanya mengizinkan Rajapaksa tinggal selama 15 hari dan tak mungkin diperpanjang.

Menurut sumber itu, Rajapaksa lantas berusaha mendekati India agar mereka bersedia menerima kehadiran dirinya.

Namun, pemerintah Narendra Modi menolak. Sumber itu mengatakan, India tak mau melawan rakyat Sr iLanka.

Rajapaksa minggat dari Sri Lanka saat protes besar-besaran melanda di negaranya. Ia sempat dicegat petugas imigrasi saat berusaha ke luar negeri.

Militer kemudian membawa dia dan rombongan ke pangkalan angkatan laut. Saat itu, Maladewa dan India menjadi opsi negara tujuan sebelum Rajapaksa mengakhiri pelariannya di Uni Emirat Arab.

Namun, saat itu India dengan tegas menolak dan menyampaikan keberpihakan mereka kepada warga Sri Lanka.

Pada Jumat pekan lalu, Rajapaksa akhirnya terbang ke Singapura. Pemerintah setempat menyatakan lawatan itu merupakan kunjungan pribadi.

“[Rajapaksa] tak meminta suaka, dan dia juga tak diberikan suaka,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Singapura.

Dari Singapura, ia mengirim surat pengunduran diri ke parlemen Sri Lanka via email. Rajapaksa juga menunjuk Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe untuk menjadi presiden sementara.

Warga menyambut suka ria atas pengunduran diri resmi Rajapaksa. Parlemen Sri Lanka kemudian dijadwalkan menggelar pemungutan suara untuk mencari pengganti Rajapaksa pada 20 Juli.

Jelang pemilihan presiden baru itu, Wickremesinghe mendeklarasikan status darurat. Langkah ini diambil sebagai upaya meredam protes dan mencari solusi di tengah jeratan krisis ekonomi.

Sri Lanka berada dalam kekacauan usai krisis ekonomi mendera negara ini. Pada April lalu, negara Asia Selatan itu dinyatakan bangkrut.

Harga bahan pangan, terutama barang impor, dan bahan bakar melonjak. Warga pun ramai-ramai menggelar protes. (CNN/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.