Jumat, 9 Desember 22

Juan Turun, Kabut Asap Tetap Tebal

Juan Turun, Kabut Asap Tetap Tebal

Padang, Obsessionnews – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan berpeluang terjadi di wilayah Sumatera Barat (Sumbar), namun tidak akan berpengaruh besar terhadap pengurangan kabut asap.

Kepala Seksi (Kasi) Observasi dan Informasi BMKG Ketaping, Budi Iman Samiaji mengatakan, Sumbar secara umum berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terutama pada pagi dan malam hari.

“Hujan yang terjadi tidak akan berdampak besar pada kabut asap, karena titik api berada di daerah tetangga,” kata Budi Jum’at (9/10).

Budi menjelaskan, berdasarkan perkiraan, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang bisa disertai angin berpotensi terjadi di wilayah Mentawai terutama di Pagai, Sipora dan Siberut. Sedangkan, potensi hujan ringan juga berpeluang terjadi di Pasaman Barat bagian utara dan Peisisr Selatan bagian utara

Sementara, potensi hujan ringan terjadi di wilayah Mentawai, terutama pada siang hingga sore hari. Potensi hujan ringan dan sedang tidak merata di sebagian Padang, sebagian Padang Pariaman, sebagian Solok, sebagian Padang Panjang, sebagian Tanah Datar, Pasaman Barat, Agam Tiku. Sebagian lagi Bukittinggi, sebagian Agam di dataran tinggi.

Sedangkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan, Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Peluang hujan di daerah itu terjadi pada sore hingga malam hari.

Sedangkan, kondisi gelombang laut normal dengan ketinggian antara 0.75 meter sampai 1.25 meter. Angin bertiup dari arah Tenggara menuju Barat Daya dengan kecepatan 05 – 17 km per jam, dan kecepatan maksimum mencapai 32 km per jam.

Dalam kesempatan lain, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumbar Asrizal Asnan mengatakan, kualitas udara akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumbar masuk ke level tidak sehat.

Meski kondisinya demikian, pemerintah belum bisa menetapkan tanggap darurat, selain titik api tidak berada di Sumbar, juga kondisinya berfluktuatif.

“Pada saat-saat tertentu, tingkat kepekatannya tinggi dan pada waktu lain bisa berubah atau tingkat kepekatannya menurun,” ujar Asrizal.

Kabut asap berkepanjangan yang menyelimuti wilayah Sumbar, pemerintah Provinsi Sumbar mengalokasikan anggaran untuk pengadaan masker dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2015.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar Ali Asmar mengatakan, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan masker sebagai antisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan.

Hal yang sama diungkapkan Sekretaris Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Eliyusman. Anggaran yang disediakan dalam APBD P 2015 untuk pengadaan masker sebesar Rp50 juta. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.