Senin, 4 Juli 22

Jokowi Sebut Bakal Ada 60 Negara Terancam Ambruk Perekonomiannya

Jokowi Sebut Bakal Ada 60 Negara Terancam Ambruk Perekonomiannya
* Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Sekretariat Presiden)

Obsessionnews.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut Indonesia masih mempunyai kekuatan besar di bidang sumber daya alam batu bara, crude palm oil (CPO) hingga nikel. Pernyataan Jokowi tersebut menjadi trending topic di mesin pencari Google. Berdasarkan pantauan Obsessionnews.com pada Rabu (22/6/2022) hingga pukul 08.00 WIB, kata kunci Jokowi yang mengungkapkan hal itu sudah ditelusuri oleh warganet dengan jumlah lebih dari 100 ribu kali.

 

Baca juga:

Berulang Tahun ke-61, Jokowi Bersyukur karena Dikaruniai Kesehatan dan Keselamatan

Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wamen Kabinet Indonesia Maju

Jelang Perombakan Kabinet Jokowi Bertemu Ketum Parpol Koalisi

 

 

Jokowi mengungkapkan, adanya 60 negara yang perekonomiannya diperkirakan akan ambruk. Dari 60 tersebut, 42 di antaranya dipastikan sudah menuju ambruk. Data tersebut diperolehnya melalui International Monetary Fund (IMF). Banyaknya negara yang terancam perekonomiannya, dinilai Jokowi sebagai kondisi yang berat dalam skala global.

“Mungkin kalau satu atau dua negara bisa dibantu oleh lembaga-lembaga internasional. Tapi kalau sudah 42? Mencapai bisa 60? Kita tidak mengerti apa yang harus kita lakukan,” kata Jokowi.

Kondisi tersebut menurut Jokowi bukanlah sesuatu yang normal. Dengan banyaknya negara yang menghadapi krisis ekonomi, menurutnya akan memberikan dampak terhadap berbagai krisis lainnya, seperti pangan dan energi.

“Saya kira tadi Ibu Mega sudah mengingatkan kita semuanya tentang itu. Hati hati momen ini,” ujarnya.

Dia mencontohkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara. Dari tetangga terdekat Indonesia, Singapura dirinya membeberkan bahwa harga BBM sudah mencapai Rp 31.000. Kemudian di Thailand sebagai sesama negara Asia Tenggara, harga BBM mencapai Rp 20.000. Sementara di Jerman, Jokowi menyampaikan bahwa harga BBM mencapai Rp 31.000.

Saat ini, harga BBM di Indonesia berkisar pada Rp7.650 untuk Pertalite dan Rp12.500 untuk Pertamax. Nilai tersebut diungkapkan Jokowi bukanlah harga asli, melainkan harga yang sudah disubsidi oleh pemerintah. Akan tetapi, dia mengingatkan agar Indonesia tidak terlena dengan subsidi yang besar. Menurutnya, subsidi yang besar dapat dialokasikan untuk pembangunan ibu kota negara (IKN) baru.

“Subsidi kita besar sekali. Itu bisa dipakai untuk membangun ibu kota satu. Angkanya sudah 502 triliun rupiah. Sampai kapan kita bertahan dengan subsidi sebesar ini?” kata Jokowi.

Dari berbagai krisis yang terjadi di kancah global, Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia dapat mengambil peran dengan berbagai sumber daya yang dimiliki. Salah satu kekuatan yang menurutnya dapat digunakan Indonesia adalah batu bara.

Kekuatan Indonesia dalam stok batu bara diceritakan Jokowi bahwa terdapat lima pemimpin negara yang menghubunginya pada Januari lalu untuk meminta stok batu bara.

“Waktu bulan Januari kita stok batu bara, ada lima presiden dan perdana menteri yang telpon ke saya ‘Presiden Jokowi mohon kita dikirim batu baranya ini segera, secepatnya. Kalau tidak mati listrik kita’,” tuturnya.

Selain batu bara, menurut Jokowi, Indonesia juga memiliki kekuatan besar dalam CPO dan nikel. Namun, kekuatan tersebut haruslah diolah agar Indonesia tak hanya menjadi pengekspor bahan mentah. Dalam hal ini, dirinya menyinggung soal industrialisasi dan hilirisasi yang dapat memberikan manfaat banyak bagi Indonesia.

“Itulah sebetulnya kekuatan besar kita, sehingga nilai tambah itu ada di dalam negeri. Lapangan kerja itu ada di dalam negeri,” kata Jokowi. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.