Jokowi Minta Dibuatkan Skema Baru KUR Pertanian

Jakarta, Obsessionnews.com - Presiden Jokowi mendorong pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian agar target swasembada pangan dapat tercapai. Salah satu cara yang bisa dilakukan, yakni dengan meningkatkan akses permodalan bagi petani melalui skema kredit usaha rakyat (KUR).
Pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas yang membahas tentang pengembangan sumber-sumber air dan alat mesin pertanian, & permodalan bagi petani melalui KUR di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/12/2016).
Turut hadir dalam ratas tersebut antara lain, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Ketua OJK Mulyaman Hadad.
Presiden mengungkapkan, saat ini porsi KUR untuk sektor pertanian dan kehutanan hanya sebesar 15 persen atau lebih sedikit jika dibandingkan dengan sektor lain yang mencapai 85 persen. Meski begitu, untuk tahun anggaran 2017, Presiden Jokowi memastikan target alokasi KUR tetap pada kisaran Rp 100 triliun hingga Rp 120 triliun.
"Informasi yang saya terima sampai 31 Juli 2016 penyaluran KUR sebesar 68 persen adalah pada sektor besar dan eceran sedangkan KUR yang disalurkan untuk sektor pertanian dan kehutanan hanya 15 persen," ungkapnya.
Presiden Jokowi juga minta jajarannya supaya membuat skema baru untuk alokasi kredit di sektor pertanian, dimana harus berdasarkan pada karakteristik komoditas yang menjadi prioritas. Karena Jokowi melihat skema yang selama ini digunakan masih bersifat umum.
"Satu lagi yang tidak kalah penting saya juga ingin agar koperasi-koperasi di desa-desa digiatkan, difokuskan untuk menyalurkan KUR bagi sektor pertanian," pinta Presiden.
Dalam ratas tersebut, Presiden Jokowi mendorong pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian. Cara yang bisa dilakukan melalui pengembangan sumber-sumber air, meningkatkan alat-alat pertanian serta meningkatkan akses permodalan bagi petani malalui KUR.
"Saya kira nanti pa Menteri Desa, juga dana desa itu bisa diarahkan ke pembangunan kantong-kantong air atau embung, di Kementerian PUPR juga sama dengan kemasan yang berbeda, di Kementan juga dilakukan hal yang sama. Saya kira, saya yakin produksi akan meningkat lagi," kata Jokowi dengan optimis.
Presiden Jokowi mengaku mendapatkan laporan bahwa saat ini terdapat luas tanah pertanian sebesar 36,8 juta hektare, dan lahan tidur mencapai luas 11,7 juta hektare yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maskimal.
Presiden juga mengingatkan bahwa masih ada 4 juta hektare lahan persawahan yang belum teraliri oleh irigasi, juga masih terdapat 5,02 juta hektare ladang dan 12,01 juta hektare kebun yang perlu dibuatkan embung.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Presiden meminta pemerintah meningkatkan sarana dan prasarana pertanian. Menurut Presiden kebutuhan alat, mesin pertanian harus meningkat sejalan dengan optimalisasi lahan-lahan pertanian serta pembukaan lahan baru yang akan dibuat.
Jokowi mengatakan sejak 2015 pemerintah telah mengubah fokus anggaran Kementan untuk belanja sarana dan prasarana yakni pada kisaran 60 persen. Sedangkan dalam RAPBN 2017 nantinya meningkat menjadi 70 persen dari total anggaran yang ada di Kementan atau senilai kurang lebih Rp 16,6 triliun.
"Tidak ada pilihan lain kecuali kita kembangkan sumber-sumber air seperti normalisasi sungai, perbaikan saluran irigasi primer dan sekuder serta membangun kantong-kantong air atau embung-embung," tutur Presiden. (Has)




























