fbpx

Kamis, 21 Februari 19

Jokowi Anti Islam Itu Hanya Hoax

Jokowi Anti Islam Itu Hanya Hoax
* Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima kunjungan sejumlah ulama dari Jawa Barat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/4/2018). (Foto: BPMI)

Jakarta, Obsessionnews.com – Majunya kembali Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019 mendapat sambutan hangat dari etnis Tionghoa.

Wakil Direktur Kampanye Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Daniel Johan menuturkan, banyak dari etnis Tionghoa yang secara aktif menyosialisasikan atau berkampanye untuk Jokowi.

“Sejauh ini TKN melakukan komunikasi dengan baik, tidak sedikit dari mereka yang ikut aktif berkampanye untuk Jokowi,” ujar Daniel dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/2/2019).

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan anggota DPR dari daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Barat (Kalbar) ini, program kerja Jokowi untuk etnis Tionghoa memang tidak ada yang spesifik. Namun, dengan komitmen Jokowi menjaga keragaman, dan mempermudah dalam izin usaha, secara tidak langsung etnis Tionghoa juga merasakan dari kebijakan tersebut, walaupun ini kebijakan umum untuk semua

Para calon anggota legislatif (caleg) dari PKB, kata Daniel, sudah menjalin komunikasi dengan TKN agar selama kampanye di dapil  mereka juga ikut mengampanyekan Jokowi termasuk di dapilnya, Kalbar.

“Di Kalbar banyak warga termakan hoax, bahwa Jokowi anti Islam. Ini yang harus terus kami sosialisasikan, bahwa itu hanya hoax,” tegas anggota DPR yang maju kembali sebagai caleg DPR dari dapil Kalbar ini.

 

Baca juga:

Daniel Johan: Etnis Tionghoa Anggap Jokowi Figur Terbaik

Debat Capres Kedua, Ini Jurus Jokowi dan Prabowo

Ini Berbagai Gebrakan Pemerintahan Jokowi Jaga Kekayaan Laut Indonesia

Ini 5 Poin Dukungan Alumni SMA Jakarta Bersatu Kepada Jokowi

 

Dari Wali Kota Menjadi Presiden

Jokowi dilahirkan di Solo, Jawa Tengah, 21 Juni 1961. Ia lulusan Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, tahun 1985. Ia mengawali kariernya sebagai pengusaha mebel. Di kala bisnis mebelnya bersinar Jokowi kemudian terjun ke dunia politik. Ia memilih bergabung dengan PDI-P.

Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu menugasi Jokowi berkompetisi pada Pemilihan Wali Kota Solo pada 2005. Peluang itu tak disia-siakannya. Jokowi terpilih menjadi Wali Kota Solo periode 2005-2010.

Warga merasa puas dengan kepemimpinan Jokowi, dan memilihnya kembali untuk jabatan periode kedua, yakni 2010-2015.

Belum selesai jabatannya di periode kedua PDI-P memberi tugas kepada Jokowi sebagai calon gubernur untuk berlaga di Pilkada DKI Jakarta 2012. Saat itu Jokowi yang berpasangan dengan kader Partai Gerindra Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara mengejutkan mengalahkan Gubernur petahana DKI Fauzi Bowo yang berduet dengan Ketua DPD Partai Demokrat Nachrowi Romli. Jokowi-Ahok dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI periode 2012-2017.

Belum genap dua tahun menjabat Gubernur DKI, Jokowi diusung PDI-P, PKB, Hanura, dan Nasdem bertarung di Pilpres 2014. Jokowi menggandeng politisi Golkar dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Jokowi-JK berhadapan dengan pendiri Partai Gerindra Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa.

Pilpres dilaksanakan pada 9 Juli 2014. Selanjutnya pada 22 Juli 2014 Komisi Pemilihan Umum (KPU mengumumkan Jokowi-JK memenangkan Pilpres dengan meraih suara 70.997.833 suara atau 53,15%, sedangkan Prabowo-Hatta mendapat 62.576.444 suara (46,85%).

Jokowi dan JK dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa bakti 2014-2019 di Gedung DPR/MPR, Senin, 20 Oktober 2014.

Baca halaman berikutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.