Sabtu, 1 Oktober 22

Jokowi Ajak Tinggalkan Mental Budak

Jokowi Ajak Tinggalkan Mental Budak
* Presiden Jokowi menghadiri sidang bersama DPR-DPD-MPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Jakarta, Obsessionnews.com – Presiden Jokowi menegaskan, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bukan hanya karena jumlah penduduknya yang lebih dari 250 juta jiwa, memiliki 17 ribuan pulau, sumberdaya alam yang melimpah. Tapi, kebesaran Indonesia karena bangsa ini sudah teruji oleh sejarah.

Presiden Jokowi juga mengemukakan, bahwa Indonesia adalah bangsa petarung yang berani berjuang dengan kekuatan sendiri meraih kemerdekaan, merebut kemerdekaan berkat perjuangan para pahlawan kita, ulama, para santri, pemimpin agama-agama, dan pejuang dari seluruh pelosok Nusantara.

Semua itu, tegas Presiden, harus membuat kita semakin bangga pada Indonesia, negeri yang kita cintai bersama. Semua itu, harus membuat kita percaya diri untuk menghadapi masa depan.

“Kita harus meninggalkan warisan kolonialisme, yang menjadikan bangsa kita bermental budak, karakter rendah diri, pecundang dan selalu pesimis dalam melihat hari esok,” kata Presiden Jokowi saat Pidato Kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia  Tahun 2017 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Kepala Negara menegaskan, kita harus membuang jauh-jauh mentalitas negatif yang membuat sesama anak bangsa saling mencela, saling mengejek, dan saling memfitnah, karena kita adalah bersaudara, saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air.

Menurut Kepala Negara, kita harus membangun pondasi kultural yang kuat, bersatu dan berdiri gagah untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks, yang semakin ekstrim, dan berubah dengan sangat cepat.

“Hanya bangsa yang cepatlah yang akan memenangi persaingan global,” ujar Presiden Jokowi seraya mengingatkan, bahwa kita pernah menjadi tempat bagi negara lain untuk belajar, belajar tentang Islam, belajar tentang seni budaya, belajar tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dan lain-lain.

Kebanggaan inilah, tegas Presiden, yang harus kita rebut kembali, kebanggaan terhadap kreasi dan karya sendiri, kebanggaan terhadap produk sendiri.

Sebagai bangsa yang besar dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, mempunyai ratusan suku dan ribuan pulau, Presiden Jokowi menegaskan, bangsa Indonesia harus percaya diri untuk meraih kemajuan, mengejar ketertinggalan dan mewujudkan kejayaan.

“Kita harus percaya pada kekuatan bangsa kita sendiri. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa kita mampu untuk meraih kemajuan,” tegas Presiden.

Presiden Jokowi menegaskan, bahwa  kita memiliki kekuatan yang sungguh luar biasa yakni anak-anak muda.  Anak-anak muda kita, ungkap Presiden, banyak yang menjadi juara olimpiade matematika, fisika, dan biologi.

“Anak-anak muda kita telah menunjukan prestasi mereka, mulai darimenjadi juara hafidz Al-Qur’an, berprestasi dalam karya robotik, sangat inovatif sebagai start-up, dan juga kreatif dalam berkesenian sampai di panggung-panggung dunia. Demikian pula dengan industri kreatif dan  film-film nasional kita, yang banyak digerakkan oleh anak-anak muda, semakin digemari dan ditonton oleh banyak orang,” terang Presiden Jokowi.

Namun Kepala Negara meminta agar semua keunggulan itu tidak harus membuat kita terlena, membuat kita berpuas diri. Ia mengingatkan banyak pekerjaan yang harus dituntaskan. Masih banyak janji kemerdekaan yang harus ditunaikan. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.