Rabu, 22 Januari 20

Jokowi Ajak Pelajar Cegah Korupsi Sejak Dini

Jokowi Ajak Pelajar Cegah Korupsi Sejak Dini
* Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri acara pentas Prestasi Tanpa Korupsi di SMKN 57 Jakarta, Jl Taman Margasatwa, Pasar Mingu, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). (Foto: Kapoy/obsessionews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara pentas Prestasi Tanpa Korupsi di SMKN 57 Jakarta, Jl Taman Margasatwa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). Para siswa-siswi SMKN 57 dan sekolah lainnya tampak memenuhi aula tempat di mana acara itu dilangsungkan.

Pada kesempatan itu, Jokowi menggelar tanya-jawab dengan peserta Prestasi Tanpa Korupsi. Jokowi ditanya soal hukuman pidana mati bagi koruptor dan negara tidak tegas terhadap koruptor.

“Mengapa negara kita mengatasi korupsi tidak terlalu tegas? Kenapa nggak berani seperti di negara maju, misalnya dihukum mati? Kenapa kita hanya penjara, tidak ada hukuman mati?” ujar seorang siswa, Harley.

Jokowi menjawab, bahwa korupsi bencana alam dimungkinkan bisa dihukum mati.

“Kalau nggak, tidak. Misalnya ada gempa, tsunami, di Aceh, atau di NTB kita ada anggaran untuk penanggulangan bencana, duit itu dikorupsi, bisa,” tambah Jokowi menjawab pertanyaan itu.

Meski begitu, Jokowi menyebut, sampai saat ini belum ada koruptor yang dihukum mati.”Tapi sampai sekarang belum ada, di luar bencana belum ada, yang sudah ada saja belum pernah diputuskan hukuman mati, UU ada belum tentu diberi ancaman hukuman mati, di luar itu UU-nya belum ada,” ungkap orang nomor satu di Indonesia ini.

Selain itu, Jokowi juga mengajak para pelajar untuk mencegah korupsi sejak dini. Salah satu caranya, tidak mengambil hak orang lain. Misalnya tidak menggunakan uang kas sekolah untuk kepentingan pribadi.

“Hati-hati, korupsi berawal dari hal-hal kecil,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Dia menjelaskan, korupsi itu dapat memicu hancurnya sebuah negara. Selain itu, rakyat bisa melarat bila koruptor merajalela.”Oleh sebab itu, kita harus biasakan sejak kecil untuk berpikir dan bersifat kritis,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.