Minggu, 29 Mei 22

Jika Omicron Meningkat, Fahira: Aturan PTM 100 Persen Harus Disesuaikan dengan Situasi Daerah 

Jika Omicron Meningkat, Fahira: Aturan PTM 100 Persen Harus Disesuaikan dengan Situasi Daerah 
* Anggota DPD RI Fahira Idris. (Foto: dok. pribadi  Fahira Idris)

Jakarta, obsessionnews.com –  Kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia yang dalam beberapa bulan terakhir terkendali dan membaik mulai terganggu dengan peningkatan penyebaran varian Omicron. Salah satu kebijakan yang berpotensi terganggu dan patut mendapat perhatian khusus adalah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen yang sudah diterapkan di daerah-daerah sejak awal 2022.  Banyak pihak menilai kebijakan PTM 100 persen harus segera dievaluasi seiring peningkatan penyebaran varian Omicron di beberapa daerah.

 

Baca juga:

Kasus Harian Omicron di Atas 3.000, Mufida: Alarm untuk Peningkatan Level Kewaspadaan

Catatan Kemenkes, Dua Pasien Konfirmasi Omicron Meninggal Dunia

Tren Kenaikan Kasus Omicron, Jokowi Imbau Tetap Waspada dan Tidak Panik

 

 

Anggota DPD RI Fahira Idris mengatakan, selama pandemi Covid-19 masih terjadi, kebijakan apa pun yang diambil termasuk PTM 100 persen harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi pandemi terutama positivity rate baik tingkat daerah maupun nasional.  Oleh karena itu jika terjadi peningkatan penyebaran varian Omicron maka kebijakan dan aturan PTM 100 persen harus segera diformulasikan lagi.

“Aturan PTM 100 persen harus disesuaikan jika varian Omicron semakin merebak terutama di daerah-daerah yang saat ini sudah mulai terlihat peningkatan penyebaran varian Omicron. Selama pandemi ini apa pun kebijakan pelonggaran yang sudah diambil, dalam perjalanan implementasinya harus disesuaikan dengan situasi pandemi. Jika ada potensi peningkatan kasus, maka kebijakan pelonggaran apa pun termasuk PTM 100 persen harus disesuaikan. Namun, jika potensi penularan bisa dicegah dan situasi pandemi terkendali maka kebijakan pelonggaran bisa dilanjutkan dengan prokes ketat. Namun jika melihat penyebaran varian Omicron di beberapa daerah, PTM 100 persen mesti segera disesuaikan,” ujar Fahira dalam keterangan tertulisnya yang  diterima obsessionnews.com, Selasa (25/1/2022).

Menurutnya, strategi menghadapi pandemi memang harus seperti teknik injak gas dan rem. Saat situasi pandemi terkendali berbagai aktivitas boleh dilonggarkan dengan protokol kesehatan ketat. Tetapi saat terjadi peningkatan kasus maka berbagai pelonggaran harus diketatkan lagi. Oleh karena itu, agar teknik injak gas bisa terus dilakukan, masyarakat dan Pemerintah harus bahu membahu mencegah sekuat mungkin varian Omicron merebak dan menjadi ujian gelombang baru.

“Tentunya kita semua ingin PTM 100 persen ini bisa berkelanjutan, tetapi tentunya kita juga harus melihat situasi dan kondisi pandemi Covid-19,” ujar senator dari Jakarta ini.

Ia menambahkan, di daerah-daerah yang sudah mulai terlihat terjadi peningkatan kasus, harus segera memformulasikan kebijakan pengetatan kembali, bukan hanya PTM tetapi juga aktivitas kegiatan yang lain. Sementara daerah yang kondisi pandeminya relatif terkendali, berbagai kebijakan pelonggaran harus diiringi dengan protokol kesehatan ketat. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.