Minggu, 29 Mei 22

Kasus Harian Omicron di Atas 3.000, Mufida: Alarm untuk Peningkatan Level Kewaspadaan

Kasus Harian Omicron di Atas 3.000, Mufida: Alarm untuk Peningkatan Level Kewaspadaan
* Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kurniasih Mufidayati yang akrab disapa Mufida.  (Foto: Humas Fraksi PKS DPR RI)

Jakarta, obsessionnews.com – Angka penambahan kasus Omicron sudah mencapai 3.205 per hari pada Sabtu (22/1/2022). Melihat kondisi tersebut anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kurniasih Mufidayati yang akrab disapa Mufida meminta agar Kementerian Kesehatan segera meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi maksimal terjadinya lonjakan kasus positif.

 

Baca juga:

Catatan Kemenkes, Dua Pasien Konfirmasi Omicron Meninggal Dunia

Tren Kenaikan Kasus Omicron, Jokowi Imbau Tetap Waspada dan Tidak Panik

Mewaspadai Omicron sebagai Pemicu Gelombang Ketiga Covid-19

 

 

“Jangan sampai terlambat dan jangan sampai kasus Juni Juli tahun lalu terulang lagi,” kata Mufida, dikutip dari keterangan tertulis Humas Fraksi PKS DPR RI, Senin (24/1).

Menurutnya, adanya kasus konfirmasi omicron meninggal dengan komorbid dan mulai lagi kasus harian di atas 3.000 adalah alarm untuk peningkatan level kewaspadaan.

Mufida mengkritik sejak pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terlihat kebijakan yang tidak sinkron antar kementerian. Misalnya soal karantina, pencabutan pembatasan saat Nataru, pencabutan larangan masuk bagi 14 negara asal Omicron justru pada saat kasus Omicron di Indonesia tengah naik.

Dia menyarankan beberapa wilayah yang mengalami peningkatan kasus cukup signifikan seperti DKI Jakarta tidak memaksakan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Beberapa daerah tidak berani mengurangi kapasitas PTM 100 persen karena merupakan kebijakan dari pusat.

“Kasus Omicron sudah banyak datang dari luar negeri, termasuk satu dari dua yang meninggal juga pelaku perjalanan luar negeri. Kita justru malah membuka pintu bagi semua negara untuk masuk,” papar dia.

Menurut data, sejak 15 Desember hingga saat ini secara kumulatif tercatat 1.161 kasus konfirmasi Omicron ditemukan di Indonesia. Bukan hanya Omicron, varian Delta dan varian lain yang sudah ada di Indonesia juga masih ada di Indonesia.

“Laporan perawatan rumah sakit juga menunjukkan tren meningkat kembali. Pemerintah seharusnya menentukan parameter, saat tercapai indikator apa harus segera ditarik rem darurat,” ujarnya.

Mufida kembali mengajak publik untuk tingkatkan disiplin menegakkan protokol kesehatan. Ia melihat pemakaian masker dan kebiasaan mencuci tangan sudah mulai kendor terutama di ruang-ruang publik.

“Tidak panik berlebihan tapi disiplin wajib diterapkan. Jadikan kebiasaan baru memakai masker dan selalu mencuci tangan karena itu juga bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat,” tegasnya. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.