Rabu, 12 Agustus 20

Jembatan Gantung Dukung Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Asmat

Jembatan Gantung Dukung Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Asmat
* Jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Keye menuju ibu kota Kabupaten Asmat, Agats. (Foto: Kementerian PUPR)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan jembatan gantung dan jalan lingkungan di Kampung Kaye, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Pembangunan jalan dan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari sejumlah infrastruktur dasar yang dibangun Kementerian PUPR untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di Asmat yang mengalami wabah campak dan gizi buruk pada awal 2018 lalu.

 

Baca juga:

Asmat dan Persoalannya

Ini Kisah Tim UGM Bantu Tangani Gizi Buruk di Asmat

FOTO Tim Satkomlek TNI Gelar Komunikasi Hingga ke Pedalaman Asmat

 

Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Selasa (9/7/2019), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR telah memiliki daftar kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman di Asmat, baik jangka pendek maupun menengah. Mulai dari infrastruktur air bersih, sanitasi, jembatan, perbaikan jalan kampung, bedah rumah, hingga pembangunan permukiman baru.

Sementara itu Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Jayapura Osman H Marbun menuturkan, tujuan utama dibangunnya jembatan gantung dan jalan lingkungan tersebut adalah untuk memberikan kemudahan pergerakan antardesa, serta membuka isolasi daerah yang terpisahkan sungai.  Pembangunan jalan lingkungan menggunakan konstruksi jalan beton (pile slab), karena daerah Asmat merupakan daerah rawa.

“Untuk jalan dan jembatan sudah selesai pembangunan fisiknya. Sejak tahun 2018 Kementerian PUPR telah melakukan pembangunan fisik untuk masyarakat. Hal ini agar rentang waktu dan jangkauan antar kampung dan distrik untuk dapat dilalui dengan menyingkat jarak untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat,”  ujar Osman.

Ia menambahkan, masyarakat sudah dapat menggunakan fasilitas jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Keye menuju ibu kota Asmat, Agats. Pembangunan jembatan gantung dan jalan jembatan gantung sendiri menggunakan anggaran Kementerian PUPR dengan biaya Rp 89,1 milliar, yang telah dimulai sejak September 2018 dan selesai pada 30 Maret 2019.

Jembatan gantung tersebut dibangun sepanjang 72  meter dengan lebar 1,6 meter. Sedangkan untuk jalan lingkungan yang dibangun sepanjang 2,9 km dengan lebar sebesar 4 meter. Pembangunannya dilakukan oleh kontraktor PT Wijaya Karya dengan melibatkan pekerja lokal dari sejumlah kampung di antaranya Kaye, Syuru, dan Aswet.

“Jalan dan jembatan yang dibangun ini mengelilingi beberapa jalur tempat pemukiman masyarakat di Agats,  seperti di Kampung Kaye, Kampung Suru dan juga jalur jalan ketempat fasilitas umum lainya, seperti ke rumah sakit baru dan  museum Asmat. Sehingga keberadaannya akan sangat membantu aktivitas masyarakat di Asmat, termasuk akan meningkatkan perekonomian daerah setempat,” tandas Osman.

Ia menjelaskan, pada 2019 hingga 2020 Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan beton sepanjang 16 km, serta pembangunan 4 buah jembatan gantung dengan panjang total 330 meter yang akan dibangun pada beberapa distrik di Asmat. Pembangunan jembatan gantung juga sangat dibutuhkan untuk mendorong warga agar menempati rumah khusus yang telah dibangun Kementerian PUPR di sejumlah kampung yang terpisahkan sungai.

Sejak 2016 Kementerian PUPR telah membangun 114 unit rumah khusus dengan biaya Rp 19,9 miliar di Kampung Amanamkai dan Kampung Syuru, Distrik Agats sebanyak 114 Unit . Tahun 2018 kembali dibangun sebanyak 100 unit rumah khusus yang tersebar di 4 kampung, yakni Kampung Priend Distrik Fayid (34 unit), Kampung Ass dan Kampung Atat Distrik Pulau Tiga (33 unit), dan Kampung Warkai Distrik Betsbamu (33 unit). (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.