Jelang Ramadan Pemerintah Impor Daging, LaNyalla Ingatkan Pasar Tak Naikkan Harga

Jelang Ramadan Pemerintah Impor Daging, LaNyalla Ingatkan Pasar Tak Naikkan Harga
Jakarta, obsessionnews.com - Pemerintah telah mengeluarkan izin impor daging sapi dan kerbau sebanyak 100.000 ton. Alasannya untuk memenuhi perkiraan kebutuhan daging selama puasa Ramadan dan Lebaran tahun ini. Volume impor daging kerbau lebih banyak yakni 80.000 ton. Sisanya sebanyak 20.000 ton merupakan kuota daging sapi dari Brasil. Hal itu mendapat perhatian serius dari Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.   Baca juga:LaNyalla Berharap Agrowisata Kebun Kelengkeng Borobudur Jadi Inspirasi bagi Daerah LainKasus Gizi Buruk Terjadi di Wajo, LaNyalla Minta Pelayanan BPJS DipermudahSiswa dan Guru Rutin Lakukan Tes GeNose, LaNyalla: Biaya Jangan Dibebankan ke Sekolah   Dengan jaminan tersebut mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur (Jatim) ini meminta agar pasokan daging saat Ramadan tak lagi kekurangan. "Dengan jaminan ketersediaan izin impor tersebut, saya meminta pasar tidak menaikkan harga daging. Harga penjualan harus sesuai dengan peraturan yang ditetapkan," kata alumnus Universitas Brawijaya Malang ini dalam keterangan tertulis yang diterima obsessionnews.com, Senin (8/3/2021). Di sisi lain mantan Ketua Umum PSSI ini juga meminta kepada masyarakat untuk tidak berlaku over konsumtif, apalagi saat ini kita masih berada dalam masa prihatin di tengah pandemi Covid-19. "Perekonomian kita belum stabil imbas Covid-19. Jadi saya imbau masyarakat untuk tidak berlaku konsumeristik karena kita masih dalam masa prihatin," tutur LaNyalla. Senator dari daerah pemilihan Jatim ini  mengingatkan masyarakat untuk membelanjakan uang mereka sesuai kebutuhan yang diperlukan alias tidak berlebihan. "Menghadapi bulan Ramadan ini saya mengingatkan kepada masyarakat untuk membelanjakan uangnya pada hal-hal yang lebih dipentingkan, karena kita masih dalam suasana keprihatinan," ucap LaNyalla. Ia meminta kepada pemerintah untuk mengendalikan dan mengawasi pasar jelang Ramadan. Sebab biasanya, harga-harga mulai tak terkendali pada perayaan hari suci umat Muslim tersebut. "Harga-harga itu biasanya tak terkendali. Ini sudah menjadi tugas pemerintah untuk mengantisipasi kenaikan harga-harga jelang Ramadan, khususnya daging sapi dengan keluarnya izin impor ini. Jangan sampai impor dilakukan, tetapi harga di pasaran tetap tak terkendali. Begitu juga dengan harga-harga kebutuhan pokok lainnya, harus terkendali dan terjangkau oleh masyarakat," tandasnya. (red/arh)