Senin, 18 Oktober 21

Jangan Teriak Merdeka : Malu Kita

Jangan Teriak Merdeka : Malu Kita

 

Oleh: Dr. Ahmad Sastra

Negeri ini masih dicekik ribuan triliun utang berbunga haram
Jika negeri ini telah mampu melunasi utang itu
Silakan teriak merdeka !
Jika belum mampu, lebih baik diam dan berfikir
*Malu kita*

Banyak anak negeri yang hanya jadi babu di negeri orang
Mereka, seringkali disiksa dan dianiaya
Jika negeri ini belum mampu memulangkan mereka
Memberi pekerjaan layak dan mensejahterakan
Jangan teriak merdeka!
*Lebih baik diam dan berfikir*
*Malu kita*

Negeri katulistiwa ini dihampari kekayaan alam yang luar biasa
Namun dikelola oleh orang lain
Rakyat hampir tak menikmatinya
Jika kekayaan alam ini belum bisa dikuasai negara
Jangan teriak merdeka!
*Lebih baik diam dan berfikir*
*Malu kita*

Kemiskinan dan pengangguran semakin meluas
Terasa berat untuk bisa hidup layak
Bahkan harga-harga terus merangkak naik
Ditambah pajak yang kian mencekik
Jika masih meluas kemiskinan
Jangan teriak merdeka!
*Lebih baik diam dan berfikir*
*Malu kita*

Anak negeri tengah terjerembab watak amoral
Narkoba meraja lela
Seks bebas liar menyasar siapa saja
Pornoaksi dan pornografi makin menggila
Jika anak bangsa masih amoral
Jangan teriak merdeka!
*Lebih baik diam dan berfikir*
*Malu kita….*

Demokrasi korporasi mencengkeram negeri ini
Keuangan yang maha kuasa
Korupsi menjadi budaya
Kolusi makin menganga
Kerugian uang rakyat tak terkira
Jika perilaku ini masih mewarnai bangsa
Jangan teriak merdeka!?
*Lebih baik diam dan berfikir*
*Malu kita….*

Luas negeri ini dipenuhi potensi sumber daya
Namun garam masih impor
Namun singkong masih impor
Jika negeri ini belum mandiri
Memenuhi kebutuhan bangsanya sendiri
Jaangaaan teriak merdeka…!?
*Lebih baik diam dan berfikir*
*Malu…, kita…*

Luas negara ini jutaan hektar
Namun lebih dari setengah dikuasai asing
Hingga rakyat tak lagi punya lahan luas
Berdesak-desakan di tanah yang sempit
Jika tanah negara belum mampu direbut kembali
Janganlah teriak merdeka!!
*Lebih baik diam dan berfikir…*
*Malu…. kita*

Malu kita
Malu kita
Tak berdaya
Tak kuasa
Lumpuh di ketiak penjajah

*Malu kita*

#PuisiAhmadSastra
#KotaHujan, 03/08/17 : 09.25

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.