Sabtu, 20 Juli 19

Irigasi Tersier Metode Cepat Mengairi Sawah

Irigasi Tersier Metode Cepat Mengairi Sawah
* Irigasi untuk perairan sawah. (foto: akun twitter @KemenPU)

Jakarta, Obsessionnews.comAir merupakan faktor yang esensial bagi tanaman untuk tumbuh dan berproduksi. Sumber pengairan tanaman adalah terutama curah hujan dan sarana irigasi yang dibangun sebagai sarana pengairan jika air hujan tidak tersedia sepanjang tahun.

Maka dari itu diperlukan saluran irigasi agar dapat mengairi tanaman sesuai kebutuhan. Ada beberapa jenia jaringan irigasi, yaitu Jaringan Irigasi Premier, Jaringan Irigasi Sekunder dan, Jaringan Irigasi Tersier yang berfungsi sebagai prasarana pelayanan air irigasi dalam petak tersier yang terdiri atas saluran tersier, saluran kuarter dan pembangunan pelengkap.

Untuk itu, jaringan irigasi sangatlah penting bagi petani dalam hal pengairan sawah, selain pengairan waktu yang singkat dalam mengairi sawah juga penting diperhitungkan, karena menyangkut dengan hasil produksi.

Seperti yang diungkapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) lewat akun twitternya tentang efisiensi waktu pengairan sawah di Gorontalo dengan menggunakan irigasi tersier.

Selamat #Senin pagi #SobatPUPR.. Tau ga Sob, utk mengairi 1 Ha lahan, para petani Desa Hutabohu, Gorontalo dulunya memerlukan waktu hingga satu hari. Kini, stlh ada saluran #irigasi tersier, waktu yg dibutuhkan hanya 1 jam,” tulis Kementerian PUPR dalam akun twitternya @KemenPU, Senin (4/3/2019).

Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Dalam dunia modern, saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu, jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian.

Namun, irigasi juga biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu per satu. Untuk irigasi dengan model seperti ini di Indonesia biasa disebut menyiram. Sebagaimana telah diungkapkan, dalam dunia modern ini sudah banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan irigasi dan ini sudah berlangsung sejak Mesir Kuno.

Sementara itu, Tersier adalah istilah sebelumnya untuk periode geologi dari 66 juta hingga 2,58 juta tahun yang lalu, rentang waktu yang terjadi antara periode Sekunder dan Kuarter yang digantikan. Tersier tidak lagi diakui sebagai unit formal oleh Komisi Internasional Stratigrafi, tetapi kata ini masih banyak digunakan.

Rentang Tersier tradisional telah dibagi antara periode Paleogen dan Neogen dan berlanjut ke tahap pertama Zaman Pleistosen, tahap Gelasian. Periode dimulai dengan punahnya dinosaurus non-unggas dalam peristiwa kepunahan Kapur-Paleogen, pada awal Era Kenozoikum, dan berlanjut ke awal glasiasi kuarter pada akhir Zaman Pliosen.

Jadi Jaringan Irigasi Tersier berfungsi sebagai prasarana pelayanan air irigasi dalam petak tersier yang terdiri atas saluran tersier, saluran kuarter dan pembangunan pelengkap. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.